Bunda Antinarkoba Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa menghadiri sosialisasi narkoba yang dirangkaikan dengan MPLS di SMK Pariwisata dan Sekolah TI Mengwitani, Rabu (23/7).
MANGUPURA persindonesia.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba terus diwujudkan melalui aksi nyata. Kali ini, Bunda Antinarkoba Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, hadir langsung menyapa para siswa baru dalam kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang dirangkaikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Pariwisata Mengwitani dan SMK TI Mengwitani, Rabu (23/7).
Kegiatan edukatif ini diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung dengan menghadirkan narasumber dari BNN, Susanti Oktavia. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Ormas Kesbangpol Badung Ni Putu Eka Rastuti, serta kepala sekolah dari dua institusi pendidikan tersebut.
Dalam sambutannya, Ny. Rasniathi Adi Arnawa mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya risiko penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Ia menekankan bahwa remaja merupakan kelompok usia yang paling rentan, sehingga perlu diberikan pemahaman sejak dini mengenai dampak buruk narkoba, baik secara fisik, mental, sosial, maupun hukum. “Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak kita memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup untuk menolak narkoba. Jangan biarkan masa depan mereka direnggut hanya karena kurangnya edukasi,” tegasnya.
Menurutnya, pendidikan tentang narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau sekolah semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama di tingkat individu, keluarga, dan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya memaparkan jenis-jenis narkoba dan efeknya, tetapi juga membekali siswa dengan strategi pencegahan dan langkah yang harus diambil jika terpapar lingkungan yang berisiko.
Sementara itu, Kepala SMK Pariwisata Mengwitani, I Made Darma Putra, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Pemkab Badung terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam upaya pencegahan narkoba. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran langsung Bunda Antinarkoba Badung. Walaupun sekolah kami berada di bawah kewenangan provinsi, tetapi program dari kabupaten sangat kami rasakan manfaatnya. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut demi masa depan siswa kami,” ungkapnya.
Program sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan sekolah ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemkab Badung untuk menciptakan sekolah bersih narkoba sekaligus memperkuat karakter pelajar yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
@Red.






