Persindonesia.com Jembrana — Arus balik di Pelabuhan Gilimanuk meningkat signifikan pada Kamis (3/4/2025). Kepadatan tidak hanya disebabkan oleh pemudik yang kembali setelah libur panjang, tetapi juga oleh wisatawan domestik yang memasuki Pulau Bali untuk berlibur. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada akhir pekan ini.
Berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, jumlah penumpang yang masuk ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk pada 2-3 April 2025 mencapai 43.765 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pemudik yang kembali pada 31 Maret-1 April 2025, yang hanya mencapai 24.772 orang.
Manager PT ASDP Gilimanuk, Ryan Dewangga dikonfirmasi mengatakan, peningkatan arus balik ini sesuai dengan tren tahun sebelumnya. Ia mencatat ada kenaikan hingga 36 persen, baik dari jumlah kendaraan maupun penumpang pejalan kaki.
“Jika melihat dari H+1, kenaikannya sudah sangat signifikan di Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk,” ujarnya, Kamis (3/4/2025)
Selain pemudik, lanjut Ryan, arus wisatawan juga terus berdatangan ke Bali. Ia menyebut, dari total kenaikan 36 persen dalam lalu lintas penumpang, sebagian besar kemungkinan berasal dari wisatawan yang hendak berlibur ke Pulau Dewata.
“Pergerakan wisatawan masih cukup tinggi. Dari total peningkatan traffic penumpang, kemungkinan besar sebagian berasal dari wisatawan,” jelasnya.
Pemuda Asal Sompang Nusa Penida Meregang Nyawa Usai Terseret Arus dan Tenggelam
Saat ini, imbuh Ryan, PT ASDP Gilimanuk mengoperasikan 30 kapal ferry, sesuai dengan hasil koordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Gilimanuk. Jika terjadi lonjakan penumpang, jumlah kapal yang beroperasi akan ditambah menjadi 35 unit, seperti saat arus mudik sebelumnya.
Ryan memprediksi lonjakan arus balik akan terjadi pada akhir pekan ini, terutama pada H+5 dan H+6 setelah Lebaran. Faktor utama yang mendorong peningkatan ini adalah berakhirnya libur sekolah dan bertepatan dengan akhir pekan.
“Kami memperkirakan lonjakan signifikan akan terjadi pada akhir pekan, karena bertepatan dengan berakhirnya liburan dan mendekati hari kerja,” pungkasnya. Ts






