Persindonesia.com Jembrana – Mengantisipasi potensi kerawanan yang muncul akibat berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya langsung melakukan pengecekan kesiapan personil di sepanjang jalan Denpasar Gilimanuk sampai di Pelabuhan Gilimanuk
Saat dikonfirmasi, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya mengatakan, untuk memastikan situasi arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk berjalan dengan lancar, pihaknya langsung melakukan pengecekan di sepanjang jalur Denpasar Gilimanuk
“Hari ini kami mengunjungi Pelabuhan Gilimanuk untuk memastikan kesiapan personel dalam rangka Operasi Ketupat Agung, khususnya menghadapi arus mudik Idul Fitri yang tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Situasi ini tentu berbeda dengan provinsi lain di Indonesia,” ujarnya, Senin (24/3/2025).
Imbas Efesiensi Anggaran, Anggota Dewan Bangli Terima Aduan PHK Sopir Perintis
Selain memantau langsung di pelabuhan, pihaknya juga mengecek jalur utama Denpasar–Gilimanuk untuk memastikan kehadiran dan kesiapan personel di sepanjang rute tersebut. Menurutnya, pengecekan ini penting agar arus kendaraan yang keluar maupun masuk Bali dapat diatur dengan baik guna menghindari kemacetan, terutama menjelang H-1 dan H-2 Lebaran yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.
“Kami khawatir kalau tidak diantisipasi dengan baik, potensi kemacetan dan gangguan kamtibmas bisa terjadi. Karena itu, pengaturan arus kendaraan menjadi prioritas,” tegasnya.
Polda Bali, lanjut Irjen Daniel, mengerahkan sekitar 3.500 personil yang terdiri dari anggota Polda dan Polres jajaran, dibantu oleh TNI serta stakeholder terkait untuk mengamankan jalannya operasi.
“Berdasarkan pantauan hingga hari ini, jumlah pemudik yang meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat mencapai 54 ribu orang, angka ini meningkat signifikan dibanding tahun lalu pada periode yang sama,” terangnya.
Menurutnya, lonjakan ini kemungkinan besar karena imbauan pemerintah pusat untuk mudik lebih awal. “Prediksi kami, puncak arus mudik akan terjadi pada H-1 dan H-2 Lebaran. Namun, karena banyak warga yang sudah mulai mudik dari awal, kami cukup optimistis situasi bisa terkendali,” tambahnya,” jelasnya.
Sementara itu, Manajer Usaha PT ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Ryan Dewangga, menambahkan, peningkatan arus penumpang di pelabuhan sudah mencapai 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ny. Seniasih Giri Prasta Ajak Kader PKK Gencarkan Sosialisasi Pengelolaan Sampah dari Sumbernya
“Lonjakan arus mudik sudah terlihat sejak Jumat (21/3/2025) lalu. Dari biasanya 5.000-6.000 penumpang per hari, melonjak hampir dua kali lipat menjadi 10 ribu. Sampai hari ini total yang sudah menyeberang mencapai 54 ribu orang,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan lebih tinggi, ASDP mengoperasikan 54 unit kapal dengan tambahan dua kapal bantuan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk mudik lebih awal agar tidak terjebak saat perayaan Nyepi.
“Kami harap pemudik bisa menyesuaikan jadwal agar tidak terjebak pada tanggal 28 Maret 2025 saat Pengerupukan Nyepi, dan 29 Maret saat Hari Raya Nyepi, di mana pelabuhan akan tutup selama 24 jam,” pungkasnya. TS






