Rektor UBB, Prof. Dr Ibrahim Bintang, MSi, mengukuhkan tiga guru besar baru saat acara Lustrum IV dan Dies Natalis ke 20 Tahun 2026, Senin (13/4/2026)
Bangka, persindonesia.com —
Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar Lustrum IV dan Dies Natalis ke-20 pada Senin, 13 April 2026, yang dirangkaikan dengan pengukuhan tiga guru besar perempuan melalui rapat senat terbuka.
Rapat senat terbuka dipimpin oleh Ketua Senat, Dr. Aimie Sulaiman, serta diawali dengan peresmian Gedung Balai Utama De Universitaria.
Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim Bintang, MSi, menyampaikan tanggal 12 April merupakan hari lahir kampus tersebut.
“Hari ini sungguh istimewa bagi kami, dua dekade Universitas Bangka Belitung membangun negeri. Tanggal 12 April kami rayakan sebagai hari jadi, ketika kampus ini pertama kali menerima surat keputusan pendirian universitas pada tahun 2006. Tanggal 12 April juga sangat berarti sebagai momentum refleksi perjalanan kampus tercinta ini,” ujarnya saat membuka sambutan.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengungkapkan capaian UBB selama dua dekade terakhir.
“Dari hanya 13 program studi (Prodi), saat ini sudah terdapat 36 prodi dibawah naungan 6 fakultas. Sedangkan jumlah mahasiswa aktif diawal berdiri, hanya lebih kurang seribu orang, sekarang sudah 10 ribu mahasiswa. Dengan daya tampung mahasiswa baru sebanyak 3 ribu orang pertahun,” ungkap Ibrahim.
Secara kelembagaan, UBB saat ini didukung hampir 700 tenaga akademik dan tenaga kependidikan yang tersebar di dua kampus, yakni Balun Ijuk dan Air Itam. Komposisi dosen terdiri dari enam guru besar, 33 lektor kepala, 39 lektor, dan sisanya asisten ahli yang didominasi dosen muda.
Dalam momentum Dies Natalis ke-20 ini, Rektor juga menyampaikan enam deklarasi UBB di dua dekade, meliputi peningkatan akses pendidikan, percepatan pengembangan SDM, penguatan riset berdampak dan hilirisasi, peningkatan mutu pendidikan berbasis peradaban, pengembangan infrastruktur kampus, serta penguatan pusat keunggulan daerah.
Di hari jadi ke-20 ini, UBB juga mencatat momen penting dengan bertambahnya guru besar baru.
Tiga akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Reniati, S.E., M.Si. di bidang Manajemen SDM Strategik, Prof. Dr. Devi Valeriani, S.E., M.Si. di bidang Ekonomi Pariwisata, serta Prof. Dr. Derita Prapti Rahayu, S.H., M.H. di bidang Hukum Perusahaan Pertambangan.
Dalam pidato pengukuhannya, ketiga guru besar menyampaikan gagasan strategis sesuai bidang keilmuan masing-masing, mulai dari manajemen talenta lintas generasi, hilirisasi pariwisata berbasis kepulauan, hingga relasi negara, perusahaan, dan masyarakat dalam sektor pertambangan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut, khususnya pengukuhan tiga guru besar perempuan.
“Sangat membanggakan. Ini menunjukkan perempuan juga mampu menunjukkan kemampuan, hingga mencapai jabatan guru besar dengan kemampuan dan bidang ilmu yang beragam,” ujarnya.
Perayaan ini turut dihadiri unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota, instansi vertikal, tokoh masyarakat, ormas, pemuda, serta 19 guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Momentum ini diharapkan semakin memperkuat peran UBB dalam membangun peradaban, mendorong pembangunan daerah dan nasional. (B2N)






