Persindonesia.com Jembrana – Kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Seorang siswi berusia 16 tahun di salah satu SMP di Kecamatan Melaya diduga menjadi korban rudapaksa oleh tetangganya yang berinisial GS (45).
Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/11) sekitar pukul 18.00 Wita. Saat kejadian, korban berada di rumah seorang diri karena kedua orang tuanya bersama adiknya pergi mengantar banten ke rumah neneknya untuk persiapan Hari Raya Galungan.
Orang tua korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan, rumah dalam keadaan kosong ketika ia dan istrinya pergi. “Anak saya yang paling besar ada di rumah sendirian. Pelaku memanfaatkan situasi itu untuk mengajak anak saya ke kebun yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumah,” ujarnya.
Seorang Suami Adukan Istrinya Sendiri Yang Diduga Berselingkuh Serta Cemarkan Nama Baik
Berdasarkan penuturan korban kepada keluarga, pelaku mendatangi rumah dan mengajak korban ke kebun dengan alasan ingin menunjukkan anak sapi di kandang. “Karena polos, anak saya mengikuti pelaku,” tuturnya.
Sesampainya di kebun, lanjutnya, pelaku justru merayu dan berupaya memaksa korban melayani nafsunya. Korban menangis saat berusaha menghindar dari pelaku.
Peristiwa tersebut terungkap ketika orang tua korban pulang dan mendapati anaknya dalam keadaan menangis di kamar. “Saya mengetahui, karena anak saya menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya,” ucapnya
Astaga! Ratusan Kepala Desa Grudug Kantor DPRD Banyuwangi
Tidak terima atas perbuatan pelaku, keluarga kemudian melaporkan kasus ini ke Bhabinkamtibmas setempat sebelum membuat laporan resmi ke Polres Jembrana pada Selasa malam sekitar pukul 20.30 Wita. “Saya sudah melaporkanm kejadian ini ke Polres Jembrana,” ungkapnya.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Made Suarta Wijaya, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Iya, sudah ada pelaporan,” ujarnya singkat. Ts






