Persindonesia.com Jembrana – Dampak dari kekeringan yang melanda Kabupaten Jembrana seperti kekeringan sebelumnya volume air di Bendungan Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana terjadi penurunan cukup drastis. Diyakini penurunan volume air lantaran hutan di Desa Melaya sudah gundul dan debit air dari pegunungan kecil.
Informasi yang didapat, Bendungan Palasari memiliki tinggi 38,80 meter, panjang puncak bendungan 350 meter, luas genangan waduk 100 hektar, volume air waduk 8 juta meter kubik, dan luas daerah irigasi 1.300 hektar.
Kepala Bidang Pertanian I Komang Ngurah Arya Kusuma saat dikonfirmasi menuturkan, penurunan volume air bendungan ini sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Dampaknya, bendungan yang menjadi salah satu destinasi wisata di Jembrana ini terlihat kering dengan air yang menggenang di waduk terlihat sedikit.
Tiga Bocah Bersaudara Hilang di Musholla, Diduga Dibawa Orang Tak Dikenal
“Penurunan volume air ini berdampak 3 subak yang terpaksa tidak menahan karena kekurangan air. Sekarang tinggal menunggu hujan saja untuk menanam karena kekurangan air,” ujarnya.
Di tempat lain, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, Gede Sugianta, menjelaskan bahwa memang masa kemarau turun airnya di bendungan Palasari dan setiap tahun terjadi.
“Salah satu kondisi yang memperparah kekeringan setiap tahun ini adalah perambahan hutan yaitu penebangan pohon liar yang terjadi,” jelasnya.
Sempat Mangkir dari Panggilan, Akhirnya IPS Dijebloskan ke Penjara, Diancam Hukuman 15 Tahun
Sugiarta menjelaskan, penebangan liar di sekitar kawasan bendungan menyebabkan berkurangnya debit air yang masuk ke bendungan. Hal ini diperparah dengan kondisi kemarau yang berkepanjangan.
“Bendungan Bendel juga turun airnya, paling parah di Bendungan Palasari, setiap tahun pasti terjadi penurunan debit air,” ungkapnya.
Sugiarta menghimbau kepada masyarakat untuk menghentikan penebangan liar di sekitar kawasan bendungan. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga ketersediaan air di Jembrana.
Pemkab Jembrana Rancang Penataan Taman Makam Pahlawan Dukung Smart City
“Menurut saran saya penebangan liar dihentikan, dan jangan menambah hutan yang dikelola masyarakat. Mari sama-sama pelihara hutan, karena air semakin tahun semakin surut, untuk air minum saja susah dan kekeringan,” tegasnya.






