Pangkalpinang Bersholawat, Ribuan Jamaah Padati Alun-Alun Taman Merdeka

Pangkalpinang bersholawat di Alun-Alun Taman Merdeka, Sabtu (3/10/2026) malam

Pangkalpinang, persindonesia.com — Alun-Alun Taman Merdeka, Kota Pangkalpinang, bergema lantunan sholawat, Sabtu (3/10/2026) malam. Ribuan umat Muslim berkumpul dalam kegiatan Pangkalpinang Bersholawat bertema “Satukan Hati, Bangun Ukhuwah dalam Cinta Rasulullah”.

Jamaah tidak hanya datang dari Kota Pangkalpinang, tetapi juga sejumlah kabupaten di Pulau Bangka. Selama sekitar dua jam, mereka mengikuti lantunan puji-pujian kepada Rasulullah SAW serta tausyiah Syekh Syarif Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jilani Al Hasani Al Huseini dari Istanbul, Turki.

Syekh Fadhil merupakan cicit ke-25 Syekh Abdul Qadir Al Jilani. Kehadirannya menjadi bagian utama kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Pangkalpinang tersebut.

Ketua Panitia sekaligus Pembina Majelis Maulid Arba’in Kota Pangkalpinang, Habib Abdullah Thohir Shahab, menyebut kegiatan itu menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya sholawat digelar di Alun-Alun Taman Merdeka.

“Sholawat di Alun-Alun Kota Pangkalpinang baru pertama ini dilakukan. Tapi kita memiliki harapan, mudah-mudahan ini bukan menjadi kenangan, tapi menjadi awal yang baik sehingga di tahun-tahun yang akan datang, menjadi acara tahunan Kota Pangkalpinang,” sebut Habib Abdullah.

Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi momentum, yang menyatukan masyarakat melalui kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Mudah-mudahan malam ini menjadi contoh untuk kota-kota lain bahwa Kota Pangkalpinang bisa menyatukan seluruh elemen masyarakat di bawah satu panji, yaitu sholawat kepada Nabi kita Muhammad SAW,” harapnya.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, dalam sambutannya mengatakan Pangkalpinang Bersholawat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, rukun dan memiliki kepedulian sosial.

“Pangkalpinang Bersholawat bukan sekadar sebuah acara seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ikhtiar kita untuk menghadirkan suasana yang penuh dengan nilai-nilai keagamaan, kedamaian, persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan pembangunan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas hubungan sosial masyarakat.

“Karena kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari gedung yang berdiri, jalan yang dibangun atau fasilitas yang tersedia. Tetapi juga dari bagaimana masyarakatnya saling menghormati, saling membantu, menjaga persaudaraan dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.

Wali Kota juga memastikan kegiatan serupa akan dilaksanakan kembali pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu dalam tausyiahnya yang diterjemahkan Ustadz Aska, Syekh Fadhil mengajak jamaah memperkuat iman dan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan memperbanyak sholawat. Ia menyampaikan tiga pesan, yakni memperbanyak sholawat, menjaga salat witir dan memperhatikan adab ketika berziarah kubur.

“Pertama, membanyakkan sholawat dan salam kepada Rasulullah SAW sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT, sedangkan jumlahnya adalah 313 kali setiap hari. Ini yang akan menjadi penjaga dan pelindung bagi kita semuanya,” ajaknya.

Syekh Fadhil juga menekankan pentingnya ilmu untuk memperkuat keimanan dan menghindarkan umat dari kebodohan.

“Insyaallah keimanan kita akan bertambah dengan ketaatan kepada Allah SWT, menguatkan keimanan kita dengan ilmu. Dan kita insyaallah akan menghapus kejahilan atau kebodohan,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan sholawat dan do’a bersama ribuan jamaah. Momentum tersebut diharapkan memperkuat ukhuwah sekaligus menjadi bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat Kota Pangkalpinang. (B2N)