Pangkalpinang Bersholawat, Syekh Muhammad Fadhil Sampaikan Tiga Wasiat

Gelaran Pangkalpinang Bersholawat di Alun-Alun Taman Merdeka, Sabtu (3/10/2026) malam dibanjiri ribuan umat Islam

Pangkalpinang, persindonesia.com — Ribuan umat Muslim mengikuti Pangkalpinang Bersholawat di Alun-Alun Taman Merdeka, Kota Pangkalpinang, Sabtu (3/10/2026) malam. Kehadiran Syekh Syarif Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jilani Al Hasani Al Huseini dari Istanbul, Turki, menambah kekhidmatan kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Pangkalpinang tersebut.

Syekh Fadhil yang merupakan cicit ke-25 Syekh Abdul Qadir Al Jilani dalam tausyiahnya, mengajak umat memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan memperbanyak sholawat, meningkatkan keimanan serta memperkuat ilmu agama.

“Saya sungguh sangat gembira, khususnya dalam kunjungan kali ini ke Kota Pangkalpinang,” ujar Syekh Fadhil melalui penerjemah Ustaz Aska.

Menurutnya, maulid merupakan momentum untuk mengagungkan dan mengingat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan, kecintaan kepada Rasulullah salah satunya diwujudkan dengan memperbanyak sholawat dan salam.

“Iman yang hakiki harus selalu diterapkan oleh setiap orang yang beriman kepada Allah SWT, dengan mencintai Allah SWT dan mencintai Rasulullah SAW. Apa tanda dari mencintai Rasulullah SAW? Adalah selalu menghadiahkan sholawat dan salam kepada beliau setiap hari,” jelasnya.

Syekh Fadhil menyampaikan anjuran membaca sholawat sebanyak 313 kali setiap hari, sesuai jumlah sahabat yang mengikuti Perang Badar, sebagaimana wasiat Syekh Abdul Qadir Al Jilani.

Ia juga menjelaskan sejumlah keberkahan yang dikaitkan dengan sholawat, mulai dari keberkahan umur, ilmu, rezeki, keluarga hingga kehidupan dunia dan akhirat.

Dalam kesempatan itu, Syekh Fadhil menekankan pentingnya menjaga adab ketika menyebut nama Rasulullah SAW. Ia mencontohkan para sahabat yang memanggil beliau dengan sebutan “Ya Rasulullah”, bukan langsung menyebut namanya.

“Para sahabat, para tabiin, dan demikian juga para ulama dan para wali-wali Allah SWT seperti Maulana Syekh Abdul Qadir Al-Jilani, tidak ada satu pun dari mereka yang memanggil nama Nabi Muhammad langsung, akan tetapi selalu mengedepankan ‘Sayyidina Muhammad SAW’,” ujarnya.

Syekh Fadhil mengatakan dirinya telah 49 tahun mempelajari, mengumpulkan dan menyebarkan ilmu Syekh Abdul Qadir Al Jilani. Menurutnya, dalam karya-karya ulama tersebut, nama Nabi Muhammad SAW selalu diawali dengan sebutan “Sayyidina” sebagai bentuk penghormatan.

Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan iman sangat berkaitan dengan ilmu. Iman, kata dia, bertambah melalui ketaatan dan dapat melemah karena maksiat serta kebodohan.

“Beliau menjelaskan bahwa kuatnya keimanan tersebut adalah dengan ilmu. Dan kurangnya keimanan tersebut bil-jahli, karena kebodohan dan ketidaktahuan,” katanya.

Di hadapan jamaah, Syekh Fadhil juga menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, memperbanyak sholawat dan salam kepada Rasulullah SAW sebanyak 313 kali setiap hari.

“Kedua, melaksanakan salat witir. Saya sarankan agar setelah melaksanakan salat Isya, salatlah dua rakaat ba’diyah Isya, setelah itu langsung salat satu rakaat witir,” tuturnya.

Pesan ketiga berkaitan dengan adab ketika berziarah kubur. Ia mengingatkan jamaah agar memperhatikan tuntunan yang dicontohkan Rasulullah SAW saat berziarah.

Syekh Fadhil berharap tiga pesan tersebut dapat menjadi pegangan bagi jamaah dalam kehidupan sehari-hari.

“InsyaAllah tiga wasiat tersebut, tiga pesan tersebut tolong dijadikan perhatian dan dijadikan pegangan,” pesannya.

Tak lupa Ia menyampaikan kesan positif atas kunjungannya ke Pangkalpinang dan berjanji akan menyempatkan diri datang kembali.

“Setiap kali saya mengunjungi negara saya ini, yaitu Indonesia, saya khususkan untuk dapat datang ke Kota Pangkalpinang,” ujar Syekh Fadhil. (B2N)