Pantai Legian Bersih West Moonson Telah Berlalu, Puspa Negara Perkuat Edukasi Sampah

Wayan Puspa Negara,SP.,M.Si.,ST

BADUNG Persindonesia.com – Pantai Pantai Legian kembali menjadi pusat aksi lingkungan pada Jumat pagi, saat Wayan Puspa Negara (WPN), komunitas bersama para pelaku pariwisata menggelar kegiatan bersih pantai. Momentum ini bertepatan dengan berakhirnya musim angin barat (west monsoon), yang biasanya membawa kiriman sampah ke pesisir.

Memasuki musim angin timur, kondisi pantai secara alami mulai lebih bersih dari sampah kiriman laut. Namun demikian, perhatian kini difokuskan pada persoalan yang lebih tersembunyi namun berbahaya, yaitu mikroplastik yang masih tersisa di sepanjang garis pantai.

Kegiatan bersih pantai ini tidak hanya menjadi aksi pungut sampah, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha. Wayan Puspa Negara menegaskan bahwa setiap kesempatan dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber, termasuk pemilahan antara organik, anorganik, dan residu.

Dalam sosialisasinya, mereka juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, seperti Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah yang mengatur kewajiban pemilahan serta larangan membakar atau membuang sampah sembarangan. Pelanggaran terhadap aturan tersebut bahkan dapat dikenai sanksi pidana hingga tiga bulan kurungan atau denda maksimal Rp25 juta.

Di wilayah Kelurahan Legian, sistem pengelolaan sampah sudah berjalan cukup baik. Sebanyak 99% warga disebut telah melakukan pemilahan sampah dari sumber. Pengangkutan pun dilakukan secara terjadwal, di mana sampah anorganik diambil setiap Selasa dan Jumat, sementara sampah organik diangkut pada Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Kawasan Legian yang heterogen dengan keberadaan hotel, apartemen, rumah kos, hingga wisatawan domestik dan mancanegara, menjadi sumber sampah yang beragam. Dengan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai jutaan setiap tahun, edukasi berkelanjutan dinilai menjadi kunci utama.

Hasil tangkapan sampah langsung dipilah

Puspa Negara juga membuka ruang asistensi bagi pelaku usaha yang masih mengalami kendala dalam pengelolaan sampah. Bahkan, untuk kasus insidental di mana sampah masih menumpuk, pihaknya siap turun langsung membantu pengangkutan menuju fasilitas pengolahan TPS 3R. “Tidak ada kata menyerah dalam menangani persoalan sampah. Ini adalah tanggung jawab bersama. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar,” tegasnya.

Melalui kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat, Pantai Legian diharapkan tetap menjadi destinasi wisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.

@K*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *