Persindonesia.com Jembrana – Pasca dugaan beberapa ekor sapi di Kabupaten Jembrana terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dimana sudah ditemukannya dibeberapa wilayah di Jembrana dan sudah mendapatkan penanganagan dari petugas. Sambil menungguh hasil uji lab dari beberapa sapi yang diambil samplenya, berbagai pihak terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada kelompok-kelompok ternak di jembrana.
Seperti halnya salah satu petugas Bhabinkamtibmas II Kel. BB Agung dari Polsek Negara, melakukan pemantauan dan pendataan bagi kelompok ternak sapi Simantri di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Dari pantauan tersebut, masyarakat dihimbau untuk tidak mebeli ternak sapi dari luar Jembrana mengingat meningkatnya penyebaran virus PMK.
Sidang Paripurna III, Fraksi PDIP Apresiasi Serapan APDB 2021 Jembrana Sangat Bagus
Bhabinkamtibmas II Kel. BB Agung, Aiptu I Putu Budi Arnaya saat dikonfirmasi usai kegiatan tersebut, Senin (04/07/2022) menjelaskan, kegiatan pemantauan dan pendataan itu dilakukan guna antisipasi Penyebaran Wabah Penyakit PMK pada Sapi di wilayah Kelurahan Baler Bale Agung. “Kegiatan ini kami lakukan bertahap untuk di Desa/Kelurahan di Kecamatan Negara,” ungkapnya.
Kepada ketua kelompok ternak Simantri I Komang Murtama, Bhabinkamtibmas menghimbau, agar jangan dulu membeli atau menambah sapi dari luar wilayah Jembrana khususnya mengingat meningkatnya penyebaran virus PMK yang menyerang hewan ternak. Selain itu pihaknya himbau untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan kandang.
BIN Posda Jembrana Bersama Dinkes Jembrana Sasar warga Desa Penyaringan
“Kami menghimbau kepada seluruh warga agar menjaga sanitasi di lingkungan kandang dengan tetap menjamin kebersihan tempat makan dan minum ternak, melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala pada kandang ternak, memberikan vitamin dan antibiotik kepada ternak yang sehat,” papar Aiptu I Putu Budi Arnaya.
Selain melakukan hal tersebut, lanjut Budi Arnaya, peternak juga dihimbau agar segera melakukan pelaporan jika ditemukan ternak sapi milik warga yang mengalami gejala PMK tersebut, “Selain tetap menjaga kebersihan lingkungan kandang, jika ada ternak yang menunjukkan ciri-ciri terpapar virus PMK agar dilakukan Isolasi terhadap ternak tersebut dengan kandang yang terpisah,” ujarnya.
Pencabutan Nomor Urut Calon Kepala Desa Sido Mulyo Asahan Sumut
Dari hasil pemantauan, imbuh Budi Arnaya, ternak sapi Kelompok Simantri Pangkung Manggis yang dilakukan oemantauan tersebut dalam keadaan sehat dan tidak ada yang menunjukkan terkonfirmasi virus PMK seperti sariawan, air liur berlebih dan kukunya lepas, “untuk di Simantri Lingkungan Pangkung Manggis ini seluruhnya dalam keadaan sehat, tidak ada ciri-ciri PMK,” jelasnya.
Sementara Kapolsek Negara Kompol I Gusti Made Sudarma Putra dikonfirmasi melalui telepon menegaskan, bahwa Peranan Bhabinkamtibmas dalam melakukan kegiatan pembinaan disemua kalangan masyarakat yang berada di wilayah desa binaannya, “sehingga sangat diperlukan sebagai upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban serta mewujudkan Kamtibmas yang sehat dan kondusif,” pungkasnya. Red Bali






