Pekerja Asal Sumba di Desa Tohpati Komit Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Persindonesia.Com,Klungkung – Upaya koordinasi dilakukan oleh Kelian Subak Desa Tohpati, I Nengah Sudana dengan para pekerja asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah melakukan pengerjaan proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Tohpati, Selasa (17/2/2026). Upaya dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kerawanan yang berdampak pada gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di kewilayahan.

“Sebagai bentuk komitmen menjaga Kamtibmas, kami pastikan tetap menjaga suasana lingkungan agar tetap kondusif, sehingga masyarakat tidak menjadi resah”, ujar pekerja asal Sumba, NTT.

Baca Juga : Reses di Desa Tohpati, Nyoman Suwirta Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat Hingga STT

Menurutnya, tujuan merantau (ke Bali) adalah mencari pekerjaan untuk bekal hidup dan menafkahi keluarga di kampung halaman. Terlepas dari maraknya permasalahan-permasalahan yang kini merebak, kami tetap konsisten pada tujuan datang merantau.

“Memang saat ini marak tersiar di Media Sosial terkait kericuhan (kegaduhan) oleh segelintir oknum-oknum warga NTT, akan tetapi tidak semua begitu. Dan kami disini bekerja bukan buat ribut”, ungkapnya.

Disisi lain, Kelihan Subak Desa Tohpati, I Nengah Sudana mengatakan jika pengerjaan saluran irigasi di Desa Tohpati dari Pemerintah melibatkan 12 orang pekerja asal Sumba. Selama proses pekerjaan berlangsung selama ini, mereka tidak pernah berbuat ulah yang menganggu Kamtibmas.

Selain itu, koordinasi intens dilakukan, baik dengan mandor maupun mereka para pekerja. “Karena ini pekerjaan proyek untuk pertanian, saya terjun langsung melakukan pemantuan. Mereka bekerja semangat dan tidak bikin onar selama ini”, ucap I Nengah Sudana.

Ia menegaskan untuk menjaga Kamtibmas tetap kondusif, selain koordinasi. Upaya pengayoman kepada para pekerja dilakukan agar tidak membuat keributan (permasalahan) yang memicu keresahan di tengah masyarakat, mengingat saat ini banyaknya kegaduhan yang muncul pada sejumlah wilayah di Bali oleh seglintir oknum yang berimbas pada saudara dari NTT.

Untuk pekerja saluran irigasi di Desa Tohpati, kita tetap tekankan agar bekerja dengan baik, jangan membuat masalah yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan yang mengajak bekerja.

“Saya selalu tekankan agar mereka bekerja dengan baik dan tidak membuat masalah. Dan jika sampai menimbulkan permasalahan dipastikan akan ditindak sesuai prosedur”, kata Nengah Sudana.

Sementara itu, Kelian Banjar Belimbing, I Wayan Yasa Ariawan mengatakan bahwa beberapa waktu lalu sempat bertemu dengan pelaksana proyek. Dan saat itu telah meminta data terkait tenaga (pekerja) sebagai salah satu bentuk tertib administrasi penduduk pendatang.

Kemudian dari hasil laporan yang diterima baru ada 2 orang yang terdata menyerahkan identitas (KTP), itu pun mereka pekerja lama. Sedangkan pekerja yang baru hingga saat ini belum ada pelaporan.

“Untuk menindaklanjuti, kami segera akan melakukan koordinasi dan melakukan pendataan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan gangguan Kamtibmas”, ujarnya

Baca Juga : Tinjau Perbaikan Saluran Irigasi di Subak Tohpati, Bupati Satria : Pengerjaan Jangan Asal Asalan

Kata Yasa, situasi Kamtibmas yang selama ini kondusif di Desa Tohpati harus tetap dijaga dengan baik bersama. Dan jangan sampai situasi yang telah berjalan baik serta masyarakat Tohpati yang lugu ini menjadi terusik akibat adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Upaya koordinasi dengan penanggungjawab proyek, Babhinkamtimbmas, Babinsa dan tokoh masyarakat segera kami lakukan”, pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *