Tinjau Perbaikan Saluran Irigasi di Subak Tohpati, Bupati Satria : Pengerjaan Jangan Asal Asalan

Persindonesia.com, Klungkung – Usai menyerahkan bantuan paket sembako di 3 Kecamatan Klungkung Daratan, Bupati Satria melanjutkan melakukan peninjauan perbaikan saluran irigasi di Subak Desa Tohpati, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Kedatangan Bupati disambut hangat oleh Perbekel Desa Tohpati, Anak Agung Gede Dalem bersama Kelian Subak, I Nengah Sudana, Senin (1/12/2025).

“Astungkara, akhirnya saat ini saluran irigasi yang selama bertahun-tahun tidak tertangani, sudah teratasi atas bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS)”, ujar Bupati Klungkung, I Made Satria.

Baca Juga : Wujud Kepedulian, 3 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Sosial Dari Bupati Satria

Bupati juga mengatakan sebelumnya saluran irigasi ini jebol, sehingga menyebabkan saluran airnya tidak bisa berjalan maksimal. Perbaikan saluran irigasi sepanjang 100 meter ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam memenuhi hasil pangan.

Yang mana dengan perbaikan ini diharapkan bisa mengembalikan fungsi sawah yang sebelumnya terbengkalai karena tidak ada saluran irigasi kembali menjadi lahan produktif.

“Ini merupakan program prioritas titiang di Kabupaten Klungkung dan menjadi salah satu contoh di Kabupaten Klungkung bagaimana kita mengembalikan fungsi sawah menjadi produktif”, terangnya.

Bupati Satria juga meminta Perbekel dan Kelihan Subak agar benar-benar mengawasi proses perbaikan subak ini dengan sebaik-baiknya, sehingga kualitas pekerjaan nantinya maksimal dan tidak asal-asalan.

“Kami telah berjuang keras agar proses perbaikan ini selesai dan Subak Tohpati bisa kembali bertani,” tegasnya.

Baca Juga : Tingkatkan SDM Komunikasi Publik, Wabup Ipat Resmi Buka Pelatihan Media 2025

Terpisah, Kelihan Subak Tohpati, I Nengah Sudana menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati dan jajarannya. Menurutnya, apa yang telah dilakukan Bapak Bupati bagi petani di Kabupaten Klungkung khususnya bagi petani di Desa Tohpati sangat luar biasa, sehingga apa yang selama ini menjadi beban petani (saluran air yang jebol) dapat tertangani.

“Dengan telah dilakukan perbaikan dan nanti telah selesai dengan maksimal, kami berharap krama subak bisa memanfaatkan dan menjaga dengan sebaik-baiknya”, kata Nengah Sudana. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *