Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Kriya Gosana,
Badung Persindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat langkah percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber melalui program Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (ASPER PSBS). Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Kriya Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Minggu (15/3/2026).
Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengelola jasa pengangkutan sampah, pengelola hotel, restoran, kafe dan katering (Horeca), hingga pengelola pasar dan pusat perbelanjaan di wilayah Kabupaten Badung.
Dalam arahannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya kesamaan pemahaman antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta para pelaku usaha dalam mendukung kebijakan pengelolaan sampah di Badung. Ia menekankan bahwa pemilahan sampah dari sumbernya menjadi langkah utama dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan.
Menurutnya, para pengelola jasa pengangkutan sampah memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan tersebut, termasuk dengan ikut mengedukasi masyarakat maupun pelanggan mereka untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga maupun tempat usaha.
Adi Arnawa juga menyampaikan bahwa mulai 1 April 2026 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung hanya akan menerima sampah residu. Selanjutnya pada 1 Agustus 2026, TPA Suwung direncanakan tidak lagi beroperasi sehingga pengelolaan sampah di tingkat sumber harus benar-benar diterapkan.
Untuk itu, ia meminta para pengelola jasa pengangkutan sampah agar tidak lagi mengangkut sampah dari masyarakat atau pelaku usaha yang tidak melakukan pemilahan sampah sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Bupati Badung juga mengingatkan para pengelola hotel, restoran, kafe, pasar, dan pusat perbelanjaan agar mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah secara mandiri di tempat usaha masing-masing. Hal ini dinilai penting mengingat sektor pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap timbulan sampah di daerah.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung kebijakan pemerintah daerah demi mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik, berkelanjutan, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Badung.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Badung, Sekretaris Daerah Badung IB Surya Suamba, para kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, camat se-Kabupaten Badung, Direksi Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, serta perwakilan berbagai asosiasi pelaku usaha seperti KADIN Badung, APRINDO Bali, APPBI Bali, HIPPINDO, dan para pengelola jasa pengangkutan sampah swasta di Kabupaten Badung. *






