Pemkab Jembrana Canangkan Bunga Cepaka Putih sebagai Maskot Daerah dalam Berbusana Adat Bali

Persindonesia.com Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana secara resmi mencanangkan bunga Cempaka Putih sebagai maskot daerah dalam berbusana adat Bali. Launching digelar bertepatan dengan pembukaan Pameran Semarak Jembrana di area Kantor Bupati Jembrana, Jumat (14/8).

Momen tersebut ditandai dengan prosesi simbolis yang penuh makna kebudayaan, di mana Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana, drg. Ani Setiawarini, menyematkan bunga Cepaka Putih pada destar Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. Sebaliknya, Bupati Kembang juga menyematkan bunga manis nan harum tersebut di rambut sang istri.

Aksi ini kemudian diikuti serentak oleh seluruh tamu undangan yang hadir diantaranya Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, Jajaran Forkopimda Kabupaten Jembrana, Anggota DPRD, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tokoh masyarakatnya dan undangan lainnya.

Turis Italia Terpesona Pesona Bali, Kemacetan Ubud Jadi Catatan di Balik Liburan yang Berkesan

Bupati Kembang Hartawan menegaskan pentingnya menjaga identitas dan akar budaya lokal di tengah laju pembangunan daerah. Penetapan Cepaka Putih sebagai maskot daerah dalam berbusana adat Bali bukan sekadar simbolis, melainkan langkah nyata untuk mengenali, menghargai, dan menjaga kekayaan hayati Jembrana.

“Di tengah semangat membangun dan mengembangkan potensi daerah, kita perlu memastikan bahwa pembangunan tidak membuat kita kehilangan identitas. Salah satunya adalah Cepaka Putih. Pada kesempatan ini, kita sekaligus mencanangkan penggunaannya dalam berbusana adat Bali agar semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Bupati Kembang.

Ia menambahkan bahwa Cepaka Putih memiliki nilai keindahan yang tinggi serta keterkaitan erat dengan tradisi, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Bali pada umumnya, serta Jembrana secara khusus.

Pameran Semarak Jembrana 2026 Resmi Dibuka: Dorong Ekonomi Lokal dan Canangkan Maskot Cepaka Putih

Bupati Kembang tidak ingin Cepaka Putih berhenti sebagai ikon dalam dokumen pemerintahan belaka. Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keberadaan bunga ini. Pemkab Jembrana mendorong gerakan penanaman Cepaka Putih secara masif di berbagai ruang strategis, seperti lingkungan area perkantoran dan fasilitas umum, sekolah dan lembaga pendidikan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Wilayah desa, kelurahan, hingga pekarangan rumah masyarakat

“Tugas kita tidak berhenti pada pencanangan saja. Kita harus memastikan Cepaka Putih benar-benar tumbuh dan hadir di tengah masyarakat. Semakin banyak ditanam dan dirawat, semakin kuat pula keberadaannya sebagai identitas dan ‘wajah’ dari Kabupaten Jembrana,” pungkas Bupati Kembang. HJ