Gubernur Koster Pimpin Rapat Koordinasi Elektrifikasi Taksi
Denpasar Persindonesia.com – Pemerintah Provinsi Bali terus mempercepat pengembangan transportasi ramah lingkungan melalui program elektrifikasi kendaraan umum, khususnya sektor taksi. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Elektrifikasi Taksi yang dipimpin Gubernur Bali, Wayan Koster, di Kerthasabha Jayasabha, Denpasar, Kamis (14/05/2026).
Pertemuan itu dihadiri pelaku usaha transportasi, pengurus koperasi taksi, serta organisasi angkutan darat guna membahas berbagai tantangan dan kebutuhan dalam proses transisi menuju kendaraan listrik di Bali.
Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa transportasi menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Karena itu, sistem transportasi dinilai perlu diarahkan menuju layanan yang modern, tertib, dan rendah emisi.
Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga kualitas lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan. “Kita ingin Bali tetap dikenal sebagai daerah dengan lingkungan yang bersih dan nyaman. Karena itu penggunaan kendaraan listrik harus terus didorong,” ujar Koster.
Pemerintah Provinsi Bali sendiri telah menerapkan berbagai kebijakan pendukung percepatan kendaraan listrik, termasuk melalui regulasi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai serta penyusunan roadmap elektrifikasi transportasi hingga beberapa tahun ke depan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, menjelaskan bahwa Bali menjadi salah satu daerah yang aktif mengembangkan transportasi rendah emisi. Hingga Maret 2026, jumlah kendaraan listrik di Bali tercatat terus mengalami peningkatan, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain itu, Pemprov Bali juga menyiapkan strategi penambahan armada kendaraan listrik secara bertahap, termasuk penguatan infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan peningkatan kompetensi teknisi kendaraan listrik.
Dalam forum tersebut, para pelaku usaha transportasi turut menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah. Ketua DPD Organda Bali, I Nyoman Arthaya, meminta adanya penertiban terhadap angkutan ilegal yang dinilai merugikan angkutan resmi.
Sementara itu, Ketua Koperasi Taksi Ngurah Rai Bali, I Kadek Ari Sucipta, menyampaikan bahwa pihaknya mulai melakukan modernisasi armada menuju kendaraan listrik secara bertahap. Namun, ia berharap adanya dukungan pembiayaan dan kemudahan akses pengadaan kendaraan listrik bagi para pengemudi koperasi.
Pemprov Bali berharap koordinasi bersama pelaku usaha transportasi dapat mempercepat transformasi sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata Bali.
@Krg






