Penerangan Mati, Wisdom Tabrak Median Jalan Pembatas 2 Arah di Gilimanuk

Persindonesia.com Jembrana – Sebuah mobil Mitshubisi Xpander dari arah Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk, tepat ujung timur jalan Denpasar Gilimanuk yang merupakan jalan dua arah, menabrak pembatas tengah yang berisi media jalan idkarenakan penerangan jalan yang ada ditengah pembatas jalan dua arah mati.

Sopir tersebut diduga tidak mengetahui adanya median jalan di pembatas jalan tengah. Akibatnya bagian depan mobil tersebut hancur, sedangkan tiang lampu penerangan media jalan tersebut hampir roboh. Minggu (8/5/2022) malam.

Pantau Arus Balik, Wabup Ipat Sambangi Pelabuhan Ketapang

Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 23.00 wita yang bertempat di Kelurahan Gilimanuk tepatnya disebelah timur Pasar Gilimanuk. mobil yang dikendarai Anwar 64 tahun bersama istri dan anaknya datang dari arah Denpasar setelah liburan hari raya dan hendak pulang ke Jakarta.

Sesampainya di Gilimanuk setelah membeli tiket kapal dirinya melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Dikarenakan ada mobil dibelakang hendak menyalip ke kiri, dirinya tetap diposisinya.

Dongkrak Perekonomian, Jembrana Garap Budidaya Tanaman Alpukat 

“Saya melihat kebelakang ada mobil mengarah kekiri jadinya saya tetap di posisi saat itu keadaan jalan licin setelah hujan saya tidak melihat ada media jalan dikarenakan situasi gelap tidak ada penerangan jalan,” terangnya.

Dirinya bersyukur atas kedian tersebut keluarganya selamat. Ia pun mengaku belum hafal situasi jalan di Bali, sehingga dirinya mengendarai kendaraan pelan-pelan.

Pulihkan Ekonomi Bali, Diluncurkan Jaminan Kredit Kerja Gen 2

Akbibat kejadian itu, untuk menghindari kemacetan, petugas Kepolisisan langsung mendorong mobil tersebut kepinggir dan memasang rambu jalan tepat dibagian median jalan agar pengendara berhati-hati.

Kasat Lantas Polres Jembrana AKP AAN Saputra R A saat dikonfirmasi via whatsapp yang beberapa minggu baru menjabat di Jembrana mengatakan, terkait dengan penerangan jalan, pihaknya sudah mempunyai rencana untuk memberikan lampu penerangan. “Kami akan bersurat ke Dinas Perhubungan terlebih dahulu,” ujarnya.

Hilang Selama 2 Hari, Wayan Linyar Ditemukan Dalam Kondisi Lemas

Dari pantauan awak media, lampu penerangan yang berada di tengah-tengah di sepanjang pembatas jalan dua arah tersebut tidak berpungsi alias mati. Hal tersebut menurut warga dilokasi kejadian, lampu penerangan sudah mati sejak selesainya pembangunan pembatas jalan tersebut.

Beberapa waktu lalu, sebelum arus mudik mulai padat, Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat pengecekan persiapan arus mudik memberikan intruksi pengecekan lampu penerangan di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Akan tetapi lampu penerangan di sepanjang pembatas jalan dua arah di Kelurahan Gilimanuk masih mati. Red Bali.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *