Persindonesia.com Jembrana – Yayasan Rumah Ikhlas Bali merancang pembangunan makam muslim dengan Center Islam yang dimana memang makam-makam di Denpasar tentu memang penuh dan juga perlu konsep dengan dibangunnya makam muslim yang masih ada 2 kapling. Dalam satu Kapling bisa di kubur 6 makam yang berlokasi di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Minggu (27/02).
Ketua Yayasan Rumah Ikhlas Bali Dwi Isthoe Pardya dan Herdiana mengatakan, pembangunan makam seluas 20 are ini bukan saja untuk para anggota tapi juga para umat muslim yang ada disekitar wilayah makam yang akan di bangun. Dengan harapan pembangunan makam muslim ini sejujurnya umat manusia mengingat akan sebuah bahasa kematian.
Fasilitasi Masyarakat Yang Belum Vaksinasi Booster, Polsek Palmerah Gelar Vaksinasi Dihari Libur
Ketua Dwi Isthoe Pardya mengatakan, hari ini lokasi diresmikan dan tentunya konsep umat muslim di Bali, makam yang sangat terindah dan tentu jauh dari kesan angker atau berbau mistik. Kami juga mengundang Staf ahli Bupati Jembrana Kariyadi, para ulama dan tokoh masyarakat, kepala desa yang di wakili Kepala lingkungan Banjar Pebuahan Kanzan, dan tokoh masyarakat yang ada di Banjar Banyubiru.
Pembina Kedua Yayasan Rumah Ikhlas Bali Herdiana menyampaikan, pemakaman muslim yang berdiri ini yang didirikan oleh Yayasan Rumah Ikhlas Bali dengan harapan tentu mendapatkan ke Ridhoan serta mengingatkan kita sebagai umat manusia yang mana harus taat beribadah dan sujud kepada Allah SWT. Desi Windanarni Wilson sebagai Ketua Yayasan Rumah Ikhlas Bali dalam pidato nya yang dibaca kan oleh Wakil Pembina Yayasan Rumah Ikhlas Bali Herdiana menyampaikan, pemakaman muslim yang berdiri ini merupakan project pioneer yang didirikan oleh yayasan Rumah Ikhlas Bali dengan harapan tentu eksplentasi mengingatkan kita sebagai umat manusia yang mana harus taat beribadah dan sujud kepada Allah SWT.
“Selain pengajian Ikhlas Bali juga ada berbagi sosial bagi masyarakat dan juga sport berupa TPQ serta kajian Alquran. Dan ini merupakan butuh sport serta dukungan bagi para anggota,” ujarnya.
Dwi Isthoe Pardya menegaskan, pemakaman ini digunakan sebaiknya dan tentu bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat yang ada di Bali serta lingkungan di Banjar Pebuahan. Dengan demikian rumah makam muslim resmi di manfaatkan yang tentunya berkonsep lebih baik.
“Pemakaman ini untuk umat muslim ini juga bagi member yang masuk sebagai anggota (Kumpulan Rukun Kematian) di Yayasan Rumah Ikhlas Bali. Dengan bagi semua anggota ini bisa digunakan, makam yang asri bersih dan juga di jaga kebersihan serta nyaman ketika ziarah,” pungkasnya. (ed27)






