Peringati Maulid Nabi, SDN 28 Gelar Tradisi Nganggung

Kepala SDN 28, Suainah, memberikan sambutan dalam acara nganggung bersama di sekolah, Kamis (3/9/2026) 

Pangkalpinang, persindonesia.com —

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 28 Pangkalpinang menggelar tradisi nganggung bersama, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut melibatkan pihak sekolah, komite, paguyuban wali murid, guru, serta para siswa. Selain nganggung atau makan bersama, rangkaian kegiatan juga diisi tausyiah yang disampaikan Ustaz Suryadi dari Pondok Pesantren Darul Mahabbah.

Diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Fagan Abid, salah satu siswa SDN 28 dan hadrah dari grup sekolah, kegiatan berlangsung cukup khidmat.

Kepala SDN 28 Pangkalpinang, Suainah, SPd.SD, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan sekolah yang menjadi sarana memperingati Maulid Nabi, sekaligus menjaga tradisi budaya Bangka Belitung.

Menurut Suainah, kegiatan nganggung menjadi bentuk nyata kolaborasi antara sekolah, komite, dan paguyuban wali murid.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah menjadi program tahunan sekolah. Kerja sama antara paguyuban, komite dan pihak sekolah juga luar biasa dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” kata Suainah dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, tradisi nganggung yang diterapkan di sekolah menggunakan konsep Sekedung atau satu kelas satu dulang. Tradisi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan makan bersama, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi siswa mengenai budaya lokal.

“Harapannya anak-anak kita tidak lupa dengan tradisi budaya kita, yaitu nganggung. Ini merupakan bentuk kerja sama seluruh warga sekolah,” harapnya.

Suainah menilai pengenalan tradisi lokal kepada generasi muda semakin penting di tengah perkembangan teknologi.

Menurut dia, penggunaan gawai yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak, berpotensi membuat mereka perlahan melupakan budaya daerah.

“Budaya kita sekarang sudah pelan-pelan terkikis dan berganti dengan gadget. Karena itu, melalui kegiatan seperti ini kami ingin anak-anak tetap mengenal dan menjaga tradisi serta budaya Bangka Belitung,” katanya.

Selain menjaga budaya, Suainah berharap peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum bagi siswa, untuk meneladani sifat dan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadikan kegiatan Maulid ini sebagai bentuk bahwa anak-anak terlahir kembali dengan mencontoh sifat-sifat Rasulullah,” pesannya kepada para siswa.

Sementara itu, Pengawas Sekolah, Sholeh, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, mengapresiasi pelaksanaan Maulid Nabi yang telah menjadi bagian dari program kerja tahunan SDN 28.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Dinas Pendidikan dan Wali Kota Pangkalpinang berhalangan hadir akibat agenda lain.

Sholeh mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membentuk karakter siswa melalui keteladanan Rasulullah SAW.

“Maulid ini bukan hanya sekadar seremonial. Kita berharap anak-anak dapat meneladani sifat dan sikap Rasulullah, yaitu siddiq, amanah, tabligh dan fathonah,” kata Sholeh.

Ia kemudian menjelaskan empat sifat tersebut kepada para siswa. Siddiq berarti jujur, amanah berarti bertanggung jawab, tabligh berarti menyampaikan kebaikan, sedangkan fathonah berarti cerdas.

“Anak-anak harus jujur, bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dan rajin belajar agar dapat meraih masa depan yang gemilang. Persaingan ke depan akan semakin ketat,” jelasnya.

Sholeh juga mengapresiasi kemampuan siswa SDN 28 dalam membaca Al-Qur’an. Ia meminta para siswa terus meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Dalam tausyiahnya, Ustadz Suryadi mengajak para siswa menjadikan Nabi Muhammad SAW, sebagai sosok yang diidolakan dan diteladani.

Dengan gaya ceramah yang interaktif dan diselingi humor, ia mengajak siswa mengenal lebih dekat kehidupan Rasulullah SAW, termasuk keluarga dan keteladanan beliau.

“Kalau ditanya siapa idola kita, jawabannya Nabi Muhammad SAW,” seru Ustadz Suryadi yang kemudian disambut serentak para siswa.

Ia juga mengingatkan anak-anak agar tidak hanya mengenal tokoh atau artis yang populer melalui media dan hiburan, tetapi juga mengenal sosok Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama.

Untuk menguji pengetahuan siswa, Ustadz Suryadi memberikan sejumlah pertanyaan mengenai keluarga Nabi Muhammad SAW. Para siswa juga diajak bershalawat dan mengikuti permainan sambung ayat Al-Qur’an.

Suasana semakin semarak ketika siswa mampu melanjutkan potongan ayat, dari sejumlah surah pendek yang diberikan oleh sang Ustadz.

Menurut Ustadz Suryadi, mengenal Rasulullah SAW bukan sekadar mengetahui nama dan sejarahnya, tetapi juga memahami serta mengamalkan sifat-sifat terpuji yang dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Maulid Nabi di SDN 28 Pangkalpinang tersebut ditutup dengan kebersamaan warga sekolah melalui tradisi nganggung. Momentum ini sekaligus menjadi upaya sekolah memperkuat karakter siswa, sekaligus mempertahankan budaya lokal Bangka Belitung di tengah perkembangan zaman. (B2N)