Pertemuan 30 Menit dengan John Field Tak Berbuah Laporan Intelijen, Ini Pengakuan Sisprian

JAKARTA,Persindonesia.com – Sidang perkara dugaan suap pengurusan impor No. 19/Pid.Sus-TPK/2026/PN //Jkt.Pst kembali memanas. Majelis Hakim Brelly Yuniar Dien dengan JPU M. Takdir mencecar Sisprian Subiaksono, Kasubdit Intelijen Direktorat P2 Bea Cukai, Rabu 10/6/2026 di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Keterangan saksi membuka fakta baru: pertemuan dengan terdakwa John Field memang terjadi, tapi tidak pernah dilaporkan ke pimpinan tertinggi.

Temui John Field, Tak Lapor ke Direktur Rizal

Sisprian mengakui pertemuan pertama dengan John Field berlangsung singkat, kurang dari 30 menit. Saat itu hanya hadir saksi dan Kepala Seksi Intelijen Pabean Sugeng Priyanto.

Yang janggal: pertemuan tersebut tidak dilaporkan ke Direktur P2 Bea Cukai Rizal.

“Kaitan dengan kedatangan John Field ini apakah saksi juga melaporkannya kepada Pak Rizal?” Tanya JPU.

“Tidak, Yang Mulia,” jawab Sisprian tegas.

Artinya, hanya saksi dan Sugeng yang mengetahui isi pertemuan awal itu.

Pembahasan: Kondisi Impor, Bukan Bisnis John Field

JPU mendalami materi pembicaraan. Sisprian berdalih komunikasi dengan pihak luar memang tugas intelijen untuk menggali data impor, pergudangan di China, hingga pintu masuk ilegal di pesisir timur.

“Kalau kami berkomunikasi dengan pihak luar adalah menggali informasi. Bagaimana kondisi importasi saat ini… barang-barang ada informasi apa terkait tekstil,” ujar saksi.

Saat ditanya apakah dibahas spesifik soal perusahaan John Field, saksi membantah.

“Pada momen pertama itu tidak secara spesifik, Yang Mulia. Hanya memperkenalkan saya yang menggantikan Harry Black,” katanya.

Komunikasi berlanjut 4 Mei 2025. Sisprian mengaku menghubungi John Field untuk mencari info kondisi pasar impor sesuai atensi pimpinan. Saat itu medsos ramai memberitakan BluRay dituding masukkan impor borongan tidak sesuai ketentuan.

Menindaklanjuti, saksi membentuk tim untuk puldata dan pulbaket di lapangan.

“Karena tidak ada hasil yang signifikan, kami tidak membuat laporan,”akunya.

JPU memastikan: “Jadi sebatas puldata pulbaket saja?”

“Betul,” jawab Sisprian.

Pertemuan awal John Field-Sisprian hanya berisi perkenalan dan tukar info umum soal impor. Tak ada pembahasan bisnis BluRay. Komunikasi lanjutan Mei 2025 juga tak berujung laporan intelijen karena tak ada temuan signifikan.

Sidang akan berlanjut untuk menguji apakah “perkenalan” dan “puldata” itu benar steril dari kepentingan, atau ada ruang abu-abu yang belum terungkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *