Pj. Sekda Made Toya Tinjau Rapid Test Antigen Santri di Dusun Wanasari

Persindonesia.com Denpasar – Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya meninjau pelaksanaan Rapid Test Antigen bagi Santri se-Kota Denpasar di Kawasan Dusun Wanasari, Sabtu (22/5). Hal ini lantaran para santri akan kembali mengikuti pemondokan pasca lebaran di Sukoharjo.

Pastikan Yang Masuk Denpasar Lengkap Adminduk dan Bebas Covid-19

Tampak mendampingi Kabag Humas dan Protokol Sekda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Kapolsek Denut, Iptu Carlos Dolesgit dan Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Agung Sucipta.

Kepala Dusun Wanasari, H. Badrus Syamsi mengatakan, pelaksanaan Rapid Test Antigen ini merupakan syarat pelaku perjalanan. Sehingga, para santri yang akan melaksanakan pemondokan di Pesantren Sukoharjo diwajibkan untuk mengikuti rapid test antigen.

“Sebelum bulan ramadhan kan sudah balik ke Bali, sekarang mau balik lagi ke Sukoharjo untuk pemondokan, sehingga diwajibkan Rapid Test Antigen untuk memastikan santri sehat dan bebas covid-19,” jelasnya

Dikatakan Badrus, pelaksanaan Rapid Test Antigen massal ini tak lepas dari dukungan Pemkot Denpasar. Sehingga, sebanyak 214 santri dapat mengikuti Rapid Test Antigen hari ini.

“Kami berterimakasih kepada semua pihak terutama Pemkot Denpasar yang telah memfasilitasi pelaksanaan Test Rapid Antigen kepada para santri, semoga hasilnya nanti sehat semua,” jelasnya

Ageng Relawan SA-BAR Bertanya – tanya : Siapa FKPP Itu Pendukung Sabar , Kok Tidak Kenal Saya

Sementara, Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya memberikan apresiasi atas kesadaran para santri untuk mengikuti Rapid Test. Hal ini tentu merupakan upaya awal untuk mendeteksi virus Covid-19 sehingga tidak menularkan saat berangkat nanti.

“Ini merupakan langkah secreening awal sebagai antisipasi bersama, sehingga tidak menjadi carier penularan saat berangkat,” jelasnya.

Made Toya juga mengimbau kepada seluruh santri dan masyarakat agar senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan. Hal ini mengingat pandemi belum usai. Selain itu pula, bagi mereka yang telah di rapid test atau di vaksin pun masih berpotensi terinveksi Covid-19, karenananya kewaspadaan harus diterapkan bersama-sama.

“Kembali kami ingatkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, utamanya menggunakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan, hal ini sebagai kewaspadaan bersama mengingat pandemi belum usai,” pungkasnya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *