Kami mengimbau warga untuk menghemat air, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, dan tidak membakar sampah sembarangan. Saat ini rumput sudah kering dan sangat mudah terbakar, sementara asap juga mulai mengganggu pernapasan,” ujar Kapolsek.
Pangkalan banteng persindonesia.com – Kemarau panjang dan kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Pangkalan Banteng menggerakkan warga Desa Natai Kerbau untuk bermunajat memohon turunnya hujan.
Polsek Pangkalan Banteng bersama Pemerintah Desa Natai Kerbau dan sekitar 150 jamaah menggelar Sholat Istisqo di Lapangan Desa Natai Kerbau, Jumat (25/9/2026) pagi.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan dipimpin oleh Ustadz Abdulrahman, diawali dengan dzikir bersama. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Pangkalan Banteng IPTU Agung Sugiarto, S.H., M.H., Kepala Desa Natai Kerbau, personel Polsek, serta masyarakat setempat.
Kapolsek Pangkalan Banteng IPTU Agung Sugiarto mengatakan, Sholat Istisqo tersebut selain sebagai ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun, juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat terkait pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Kami mengimbau warga untuk menghemat air, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, dan tidak membakar sampah sembarangan. Saat ini rumput sudah kering dan sangat mudah terbakar, sementara asap juga mulai mengganggu pernapasan,” ujar Kapolsek.
Ia berharap seluruh masyarakat turut berperan menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama di tengah kondisi kemarau panjang.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 07.45 WIB tersebut berjalan aman, lancar dan kondusif dengan pengamanan dari personel Polsek Pangkalan Banteng.
Jurnalis AGM






