Proses Tender dan Negosiasi Jalan Tol Gilimanuk Mengwi November Selesai

Persindonesia.com Jembrana – Proses perkembangan jalan tol Gilimanuk Mengwi sudah hampir mencapai final. proses jalan tol tersebut merupakan program jangka panjang yang akan merubah wajah dari Bali Barat. Terkait hal tersebut Gubernur Bali dan Bupati Jembrana sangat optimis akan terwujudnya tol tersebut

Diketahui pembangunan jalan tol Gilimanuk – Mengwi di garap langsung oleh PT Utama Inisial Jalan Tol dan PT Kios Tito Sulistiyo. Diketahui rencananya tol tersebut akan melewati tiga kabupaten yakni Jembrana, Tabanan dan Badung itu melewati sekitar 57 desa. Diantaranya 33 desa di Jembrana, 22 desa di Tabanan dan 2 desa di Badung.

Polres Klungkung Sinergi Instansi Terkait dan Organisasi Pemuda Gelar Vaksinasi Massal

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut Direktur PT Utama Inisial Jalan Tol dan PT Kios Tito Sulistiyo bersama Bupati Jembrana I Nengah Tamba Mengatakan,

jalan tol itu adalah projek pemerintah dengan pihak swasta, oleh karena itu, ada proses yang harus dijalani. Disini walau adalah tim pemerkasa yang sudah ditunjuk harus ada proses semacam tender dengan penawaran harga. Diharapkan akhir bulan ini yang sudah masuk dokumen terakhir. Untuk Minggu pertama di bulan Oktober sehingga proses negosiasi di Nopember sudah selesai

“Kami berharap akhir bulan ini yang sudah masuk dokumen terakhir. Untuk Minggu pertama di bulan Oktober sehingga proses negosiasi di Nopember sudah selesai. Kuartal tahun sudah terlaksana, suport Bupati Jembrana sangat antusias, termasuk taman Kerthi sekarang sedang di proses, yaitu legalisasinya. Termasuk tata ruang dan yang lainnya. Hal ini 19 projek sudah mulai,” jelas Sulistiyo, Senin (6/8/2021).

FSMP Silahturahmi Bulanan bersama Anggota dan Kepengurusannya

Untuk pembebasan lahan, lanjut Sulistiyo, ini dalam proses berjalan. Pembebasan lahan itu menjadi milik swasta, sehingga jika terealiasasi maka akan jadi milik pemerintah. Pihaknya hanya sebatas mengoperasikan. Untuk eksekusi dan pelaksanaan oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR.

Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba menambahkan, tentang pembebasan lahan dengan proses ganti untung. Harapan seluruh masyarakat Jembrana yang lahannya kena pembebasan akan kita pertemukan. Dengan tujuan jangan sampai masyarakat dapat uang pembebasan dan bagi untung uangnya malah disalahgunakan.

Pantau Pelaksanaan SKD, Sekda Dewa Indra Ingatkan Pelamar CPNS Jangan Percaya Calo

“Harapan dengan mendapatkan uang tersebut masyarakat bisa membeli aset lahan lagi yang tanahnya tidak kena dampak tersebut. Sehingga nilai uangnya menjadi produktif. Mewanti-wanti jangan sampai ini disalahgunakan,” tegas Tamba.

Dalam pembebasan itu, lanjut Tamba, tidak ada masalah, tidak pula ada sistem makelar yang ikut bermain. Pihaknya menegaskan, tunggu instruksi dari bupati. Dimana pemilik tanah akan dipanggil langsung oleh para pembayar lahan. “Jelas tanpa iming-iming ini dan itu yang justru menimbulkan kericuhan. Harapan ini bisa berjalan bagus sesuai tujuan membuat jalan tol itu mempermudah akses jalan bagi masyarakat Jembrana itu sendiri,” tutup Tamba. (sb/ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *