Puspa Negara : Gerakkan Beach Clean Up Legian Konsisten Rawat Pantai dan Masa Depan Pariwisata Bali

Gerakan Beach Clean Up Legian Jumat Pagi.

LEGIAN, BADUNG, Persindonesia.com – Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui imbauan, tetapi harus dibuktikan dengan aksi nyata dan konsisten. Prinsip inilah yang terus digaungkan I Wayan Puspa Negara melalui gerakan Beach Clean Up di Pantai Legian, Kabupaten Badung, sebagai upaya menjaga kebersihan pesisir sekaligus mempertahankan daya tarik pariwisata Bali.

Pada 9 Oktober 2026, gerakan bersih pantai tersebut kembali menjadi momentum untuk mengajak masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha pariwisata memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan yang digagas Puspa Negara ini mendapat dukungan dari Sahabat Puspa Negara, Bumikita Nusantara, serta para pemangku kepentingan pariwisata di kawasan Legian dan Kuta.

Pantai Legian bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang hidup masyarakat yang memiliki keterkaitan erat dengan ekonomi lokal. Kebersihan dan kelestarian pantai menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan wisatawan, keberlangsungan usaha, serta citra Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan.

Gerakan Beach Clean Up yang diinisiasi Puspa Negara, SP.,M.Si.,ST, bersama komunitas dan pelaku usaha ini menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga lingkungan. Kepedulian terhadap pantai tidak seharusnya muncul hanya ketika sampah menumpuk atau saat persoalan kebersihan menjadi sorotan publik.

Dukungan terhadap gerakan Puspa Negara juga datang dari sejumlah tokoh, termasuk Wayan Disel Astawa, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Badung yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali.

Disel Astawa menegaskan bahwa Bali harus dijaga agar tetap aman, sehat, resik, dan indah karena pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi masyarakat Bali. “Bali perlu kita jaga agar aman, sehat, resik, indah sesuai dengan gerakan rangkaian gerakan Indonesia ASRI, karena Bali merupakan sumber pendapatan dari sektor pariwisata. Kalau tidak kita jaga, maka kita akan kehilangan sebuah harapan dan masa depan kita,” ujar Disel Astawa.

Dukungan tersebut memperkuat pesan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi agenda bersama. Namun, keberlanjutan gerakan sangat bergantung pada partisipasi nyata masyarakat dan konsistensi berbagai pihak dalam menjalankan kebiasaan ramah lingkungan.

Pantai Legian memiliki posisi penting dalam aktivitas pariwisata Badung. Karena itu, persoalan kebersihan pesisir tidak dapat dipandang hanya sebagai masalah estetika, melainkan juga berkaitan dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor pariwisata.

Wayan Puspa Negara: Beach Clean Up Bagian dari Gerakan Indonesia ASRI

Wayan Puspa Negara menegaskan, kegiatan Beach Clean Up Legian tidak hanya menjadi aksi menjaga kebersihan pantai, tetapi juga merupakan bagian dari rangkaian gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, gerakan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata di lingkungan masing-masing, termasuk kawasan pantai yang menjadi salah satu penopang utama pariwisata Bali. Melalui aksi bersih pantai, masyarakat diajak membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara konsisten. “Beach Clean Up Legian ini juga merupakan rangkaian dari gerakan Indonesia ASRI yang digagas oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Gerakan ini mendorong terciptanya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah. Kita implementasikan melalui tindakan nyata sebagai upaya menjaga lingkungan di sekitar kita,” ujar Wayan Puspa Negara.

Ia menambahkan, hubungan manusia dengan lingkungan merupakan hubungan timbal balik yang harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Ketika kita menjaga lingkungan, maka lingkungan akan menjaga kita. Karena itu, kita harus mulai membangun kebiasaan baik dari diri sendiri, dari lingkungan terdekat, hingga meluas ke masyarakat. Harapannya, kebiasaan menjaga kebersihan ini dapat tumbuh secara luas dan berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya dilakukan pada saat ada kegiatan bersih pantai,” tegasnya.

Puspa Negara berharap, gerakan Beach Clean Up Legian dapat menjadi inspirasi bagi komunitas, pelaku usaha pariwisata, masyarakat, dan wisatawan untuk mengambil bagian dalam menjaga kebersihan pesisir. Dengan keterlibatan bersama dan kebiasaan yang dilakukan secara berkesinambungan, upaya menjaga keindahan Bali diharapkan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

Baginya, keberhasilan gerakan peduli lingkungan bukan hanya diukur dari banyaknya sampah yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk tidak mencemari lingkungan dan menjaga kebersihan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Beach Clean Up Legian menjadi pengingat bahwa masa depan pariwisata Bali tidak hanya ditentukan oleh keindahan alamnya, tetapi juga oleh kesediaan semua pihak untuk menjaga dan merawatnya secara konsisten.

(@Gus Krg)