Persindonesia.com Jembrana – Ratusan tinta pemilu bocor ditemukan di gudang penyimpanan logistik pemilu KPU Kabupaten Jembrana. Temuan tersebut terjadi saat proses penyortiran dan pengecekan logistik pemilu yang dilakukan oleh KPU Jembrana dan Bawaslu Jembrana pada hari ini, Jumat (17/11).
Menhan Prabowo Pimpin Sidang ADMM-Plus ke-10 dan Handover Ceremony Keketuaan ASEAN
Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Jembrana, I Made Widiastra, mengatakan bahwa pihaknya menemukan 105 botol tinta pemilu yang rusak atau bocor. Tinta-tinta tersebut tiba di gudang KPU Jembrana pada tanggal 13 November lalu.
“Setelah disortir ternyata ditemukan rusak atau bocor sebanyak 105. Kerusakan berupa bocor sehingga tintanya berkurang,” kata Widiastra.
Widiastra menduga bahwa kerusakan tinta pemilu tersebut disebabkan oleh kurang baiknya pengaturan kotak penyimpanan tinta pemilu saat proses pengiriman.
Tunggu Perehaban Selesai, Petugas Akan Pasang Larangan Parkir di AC Rambut Siwi
“Saran dari Bawaslu karena logistik ini harus tepat waktu, tepat jumlah makanya harus dalam keadaan baik sebelum digunakan. Untuk itu KPU harus segera berkoordinasi terkait dengan kerusakan logistik ini,” ujarnya.
KPU Jembrana menerima 1.796 tinta pemilu yang dikemas dalam 37 kotak. Dari 1.796 tinta pemilu yang datang tersebut, 105 ditemukan dalam keadaan rusak atau bocor.
Selain tinta pemilu, KPU Jembrana hingga saat ini telah menerima lebih dari 3.500 bilik suara dalam keadaan baik dan tersegel plastik, serta 4.500 kotak suara yang saat ini dalam proses penyortiran dan pengecekan.
Jembrana Terapkan Sanksi Tarian Joged Jaruh
KPU Jembrana akan segera melaporkan temuan tinta pemilu bocor tersebut kepada KPU RI agar segera diganti. Hal ini untuk menghindari kekurangan tinta pemilu di TPS pada saat pemungutan suara. Sur






