Persindonesia.com Batam – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Driver Online Batam di Kantor Wali Kota Batam berlangsung damai dan tertib. Ribuan pengemudi daring menyuarakan aspirasi mereka dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, Rabu (17/9).
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, S.I.K., turun langsung memimpin apel kesiapan pasukan sebelum pengamanan. Operasi ini melibatkan personel gabungan dari Polda Kepri, Polresta Barelang, dan Satpol PP Kota Batam yang dikoordinasikan Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta.
Sekitar pukul 11.00 WIB, massa tiba dengan mobil komando, spanduk, banner, serta pengeras suara. Mereka menyampaikan delapan poin tuntutan, mulai dari penerapan SK Gubernur Kepri Nomor 1080 dan 1113 Tahun 2024, jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi roda dua dan roda empat, hingga penataan transportasi online di Bandara Hang Nadim Batam.
Rekam Diam-diam Wanita Mandi, SS Dibekuk Polisi di Batu Ampar
Dalam sambutannya, Kapolresta Barelang mengapresiasi sikap tertib para peserta aksi. “Terima kasih telah menyampaikan aspirasi dengan damai. Silakan sampaikan tuntutan secara tenang dan sopan. Kami siap menjembatani aspirasi rekan-rekan kepada pihak terkait,” ujarnya.
Aksi kemudian dilanjutkan dengan audiensi di ruang pertemuan Pemko Batam. Wali Kota Batam, Dr. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., menegaskan persoalan tarif transportasi online merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kepri, namun pihaknya siap menyalurkan aspirasi para driver. Ia juga memastikan program BPJS Ketenagakerjaan untuk pengemudi online di Batam akan berlaku penuh mulai Desember 2025.
Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Dishub Kepri, aplikator Gojek dan Maxim, serta pengelola Bandara Hang Nadim turut memberikan tanggapan. Dishub Kepri menegaskan pengawasan akan diperketat agar perusahaan aplikator patuh regulasi, sementara pihak bandara siap membahas titik jemput resmi ojek online serta penindakan akun ilegal.
Akhirnya! UMKM Jembrana Kini Mejeng di Toko Modern, Pemkab Wajibkan Ritel Tampung Produk Lokal
Hingga berakhirnya aksi, situasi tetap aman dan kondusif. Polresta Barelang memastikan pengamanan dilakukan secara persuasif, menjadikan unjuk rasa tersebut sebagai contoh penyampaian aspirasi damai di Kota Batam. (Jeffri)






