Persindonesia.com Jembrana – Untuk Memohon keselamatan di selat Bali, Pemerintah Kabupaten Jembrana, yang diwakili oleh Kelurahan dan Desa Adat Gilimanuk, menggelar upacara Mulang Pakelem di Selat Bali. Ritual ini dirangkai dengan tradisi Petik Laut oleh para nelayan Gilimanuk. Upacara yang menelan biaya Rp 85 juta ini sepenuhnya bersumber dari sumbangan para donatur.
Sebelum prosesi Mulang Pakelem ke tengah Selat Bali, terlebih dahulu dilaksanakan upacara pecaruan dengan bebangkit. Ritual ini dipimpin oleh tiga sulinggih tri sadaka, yaitu Ida Pandita Nabe Empu Reka Kusuma Ananda dari Grya Gilimanuk, Ida Pedanda Istri Nabe dari Grya Manistutu, dan Ida Rsi Agung Ananda Yoga Pinatih dari Grya Gilimanuk. Setelahnya, prosesi dilanjutkan dengan menaiki KMP Agung Samudra IX menuju tengah laut Selat Bali.
Usai kegiatan, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna mengatakan, upacara Mulang Pakelem dan tradisi Petik Laut ini merupakan wujud upakara untuk memohon perlindungan. “Kita selama ini telah memanfaatkan laut sebagai salah satu sumber kehidupan, dan juga sebagai sarana lalu lintas laut,” ujarnya, Jumat (25/7/).
Dukung Pelestarian Adat, Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Agung Memungkah Madiadi Cangkub Mambal
Ia menambahkan, Mulang Pakelem adalah bentuk permohonan keselamatan bagi seluruh masyarakat, khususnya yang akan menyeberang di penyeberangan Gilimanuk-Ketapang. Sementara itu, tradisi Petik Laut adalah wujud rasa terima kasih para nelayan atas rezeki yang diberikan laut.
“Kami berharap ke depannya, upacara ini dapat dilaksanakan secara rutin, tentu dengan mempertimbangkan biayanya. Upacara hari ini merupakan bentuk partisipasi dari para donatur dan ASDP yang telah membantu kelancaran kegiatan ini,” tambahnya.
Sementara Panitia Karya sekaligus Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengatakan, inisiasi upacara Segara Kerti Mulang Pakelem ini bertujuan utama untuk memohon keselamatan. “Apalagi kemarin adanya musibah kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, jadi kami bersama Desa Adat berinisiatif melaksanakan upacara pakelem ini,” jelasnya.
Gubernur Koster Bangga Petinju Muda Buleleng Juara WBC Asia Youth, Siapkan Beasiswa Kuliah
Pihaknya juga mendapatkan masukan dari para tokoh spiritual dan segera mencari petunjuk kepada para sulinggih (pemuka agama Hindu) sebelum pelaksanaan kegiatan Mulang Pakelem ini.
“Upacara ini mendapatkan dukungan penuh dari bapak bupati dan bapak wakil serta pihak ASDP. Upacara ini menelan biaya sebesar Rp 85 juta, sepenuhnya berasal dari donatur yang bekerjasama dengan Pemkab Jembrana, ASDP, dan tiga perusahaan swasta,” terangnya.
Untuk tingkatan upacara, lanjut Toni, digunakan catur Bah dengan caru bebangkit menggunakan pakelem hewan kambing, ayam, bebek, dan kerbau yus merana. “Upacara ini juga dirangkai dengan tradisi Petik Laut, di mana warga Gilimanuk yang berprofesi sebagai nelayan melarung sesaji sebagai bentuk rasa syukur,” ujarnya.
Peduli Siswa Kurang Mampu, Bupati Kembang Bagikan Seragam Sekolah
Pihaknya berharap kegiatan Mulang Pakelem ini dapat menjadi agenda tahunan. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Provinsi Bali, Pemkab Jembrana, dan juga dengan stakeholder yang ada di Pelabuhan Gilimanuk seperti ASDP, KUPT, GAPASDAP, dan juga dari PT INPA,” tutupnya. Ts






