Saat Mudik Bertemu Tradisi, Iring-iringan Melasti Warnai Antrean Kendaraan di Jalur Gilimanuk

Persindonesia.com – Jembrana. Ribuan kendaraan pemudik yang menuju Pelabuhan Gilimanuk harus berbagi ruang dengan iring-iringan umat Hindu yang melaksanakan upacara Melasti di jalur utama Denpasar–Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Senin (16/3/2026). Tradisi penyucian diri menjelang Hari Suci Nyepi itu berlangsung bersamaan dengan padatnya arus mudik menuju Pulau Jawa.

Sebanyak 14 desa adat di Kecamatan Melaya tetap khidmat melaksanakan prosesi Melasti meskipun jalur utama dipadati kendaraan pemudik. Sebanyak 13 desa adat melaksanakan penyucian sarana persembahyangan (pratima) secara bersamaan di pesisir Pantai Candikusuma, sementara Desa Adat Gilimanuk menggelar prosesi di pesisir Lingkungan Samiana.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan pemudik tetap mengular di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk. Di tengah kepadatan tersebut, iring-iringan Melasti berjalan tertib menuju pantai dengan pengawalan aparat keamanan serta pecalang desa adat.

Transfer Pusat Turun Rp115 Miliar, Jembrana Pilih Prioritaskan JKN dan Layanan Dasar, THR TPP ASN Dibayar 50 Persen

Momen ini menjadi pemandangan yang tidak biasa bagi para pemudik. Banyak pengendara yang memanfaatkan waktu saat antrean kendaraan berhenti untuk mengabadikan prosesi sakral tersebut menggunakan ponsel dari dalam kendaraan.

Untuk memastikan prosesi keagamaan tetap berjalan lancar tanpa memperparah kemacetan arus mudik, pihak kepolisian menerapkan pengaturan lalu lintas khusus. Iring-iringan Melasti diarahkan menggunakan lajur jalan nasional ke arah Denpasar dengan pengawalan ketat mulai dari wilayah Melaya.

Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana, mengatakan hampir seluruh personelnya diterjunkan untuk mengamankan prosesi Melasti sekaligus mengatur arus mudik yang melintas di jalur tersebut.

TNI-Damkar Tangsel Uji Kesiapsiagaan Malam di Tengah Risiko Kebakaran

“Dari masing-masing desa adat juga dikerahkan pecalang untuk pengaturan dan berkoordinasi dengan kami. Pengamanan dilakukan sepanjang jalan hingga prosesi kembali dari segara ke masing-masing pura desa,” ujar Sukadana.

Sementara itu, Ketua Pasikian Pecalang Desa Adat Gilimanuk, I Ketut Ardana, menjelaskan situasi Melasti yang berbarengan dengan arus mudik ini merupakan kali kedua yang mereka alami. Pengalaman tahun sebelumnya menjadi bekal dalam memperkuat koordinasi lintas sektoral.

“Kami memakai jalur di sebelah kanan dari arah Denpasar untuk Melasti agar tidak mengganggu jalur pemudik ke Jawa. Kami menyebar 23 personel pecalang Desa Adat Gilimanuk dibantu juga dari TNI dan Polri,” jelas Ardana.

Lepas Peserta Mudik Gratis, Bupati Satria Tekankan Keselamatan dan Jaga Kerukunan

Ia memastikan prosesi Melasti di wilayah Gilimanuk berlangsung aman dan tertib meskipun arus mudik terus meningkat menuju pelabuhan. Menurutnya, semangat toleransi menjadi kunci agar dua agenda besar tersebut dapat berjalan berdampingan.

“Prosesi sudah berjalan lancar. Mudik dan Melasti bisa berjalan tanpa mengganggu siapa pun,” pungkasnya. Ts

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *