Sambut Hari Raya Saraswati Dan Pagerwesi Desa Adat Pohgading Gelar Dharma Wacana

Denpasar, persindonesia.com – Dalam rangka menyambut hari Raya Saraswati dan Pagerwesi, Desa Adat Pohgading didukung oleh LPD Desa Adat Pohgading menggelar Dharma Wacana dengan menghadirkan narasumber : Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda, bertempat di wantilan Desa Adat Pohgading. Kamis,11/7/2024.

Dengan mengundang Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda sebagai narasumber didampingi Ida Bagawan Wajra Sattwa Dwijananda dan Jero Bendesa Adat Pohgading I Wayan Mirta,S.T., acara dibuka pada pukul 18:30 Wita.
Hadir pula pada kesempatan tersebut Perbekel Desa Ubung Kaja I Wayan Astika, anggota DPRD Kota Denpasar I Nyoman Gede Sumara Putra,S.T., Pemucuk Angga Saba Kerta Desa Adat Pohgading, Kelihan Banjar Se-Desa Adat Pohgading, serta warga masyarakat yang sangat antusias.

Dharma Wacana kali ini mengambil tema “Konsep Beragama Berlandaskan Tri Hita Karana” yang mana inti dari pemahamannya bagaimana kita meningkatkan pengetahuan tentang hubungan harmonis antara tiga unsur dalam membentuk kehidupan.

Tiga unsur atau Tri Hita Karana bisa diartikan secara leksikal yang berarti tiga penyebab kesejahteraan. Istilah ini terambil dari kata Tri yang artinya tiga, Hita yang artinya keseimbangan atau sejahtera, dan karana yang artinya penyebab. Ketiga hal tersebut adalah Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan.

Dalam Dharma Wacana tersebut Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda menjelaskan, konsep Tri Hita Karana yang dirumuskan oleh Mpu Kuturan sudah sangat baik dan bijak sesuai dengan Adat istiadat umat Hindu di Bali, jangan lagi diubah ubah dalam pelaksanaannya walaupun kita menyadari bagaimana besarnya pengaruh dari perkembangan zaman saat ini.

“Mari bersama-sama sebagai umat Hindu dibali menjelang hari Saraswati dan Pagerwesi ini kita perkuat pengetahuan dalam kehidupan bermasyarakat melalui tiga unsur atau Tri Hita Karana sebagai benteng pertahanan diri menghadapi segala perubahan di zaman sekarang” pesan Ida Pandita.

Narasumber : Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda.

Dikonfirmasi pihak media Bendesa Adat Pohgading : I Wayan Mirta,S.T., mengungkapkan “Sebelum saya sebagai Bendesa Adat menjalankan program-program kerja selama 5 tahun kedepan, penting bagi kita memberikan sebuah pemahaman kepada masyarakat melalui Dharma Wacana, kadang umat Hindu di Bali khususnya di Desa kita seiring kesibukan sering kali beragama berkejar kejaran dengan waktu sehingga secara konseppun kadang kita salah, melalui Dharma Wacana ini dengan mengundang Ida Mpu Acharya Nanda yang bertujuan untuk memohon doa restu kepada beliau sebagai sulinggih kemudian Jero Mangku, Prajuru Adat, tokoh masyarakat dan masyarakat Desa Adat Pohgading, bagaimana program-program yang kita susun dari bulan Maret hingga kini sebagai program kerja kedepan mohon doa restu serta dukungan dari seluruh masyarakat agar seluruh program yang disepakati bersama tersebut berjalan dengan baik” ucap Jero Bendesa.

Bendesa Adat Pohgading : I Wayan Mirta,S.T.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari warga yang berpedoman pada tema Dharma Wacana, yang dijawab oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda dan terakhir lanjut sesi foto bersama.

( Dudick )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *