Sampah Kiriman Cemari Pantai Karang Impianm Tiga Ton Berhasil Diangkut

Persindonesia.com Jembrana – Tumpukan sampah yang menghiasi Pantai Karang Impian di Desa Adat Sumbersari selama kurang lebih 1 minggu mulai dibersihkan. Sebelumnya sampah yang didominasi oleh sampah pelastik tersebut disinyalir merupakan sampah kirimin. Setelah dibersihkan oleh unsur Gabungan antara pemerintah, TNI Polri dan warga desa di tiga titik sampah yang terkumpul di tiga titik sebanyak tiga ton.

Saat dikonfirmasi Bendesa Adat Sumbersari, I Ketut Subanda mengatakan, kegiatan tersebut sebelumnya diinisiasi oleh kecamatan dan kemudian dilakukan gotong royong. “Kami membersihkan sampah tersebut dengan bergotong royong melibatkan pemerintah, TNI Polri dan warga serta anak-anak sekolah juga kita libatkan,” terangnya, Kamis (27/11).

Pintu Mobil Dibuka Mendadak, Pemotor di Rogojampi Tewas Terlindas Truk Gandeng

Ia mengaku, selama pembersihan tersebut di tiga titik, pihaknya berhasil mengumpulkan sampah yang mengotori pantai sebanyak tiga ton. “Kita berhasil mengumpulkan sampah sebanyak tiga ton yang sebagian besar merupakan sampah pelastik. Sampai itu kita pilah dan dikumpulkan sesuai jenisnya organik dan anorganik kalau sampah organik kita kumpulkan ditarik ke pinggir pantai, sementara anorganik kita kirim ke TPA Peh,” jelasnya.

Lebih jelasnya Subanda Dia menyebutkan, sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan didominasi sampah plastik bungkus makanan dan juga botol minuman plastik. “Kami harap kedepannya pemandangan seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Peran semua masyarakat sangat penting untuk memerangi dan mengelola sampah dengan bijak untuk lingkungan yang lebih sehat,” tandasnya.

Diduga adanya Bullying Antar Siswa SMPN 1 Puger Jember Kepsek Ngeles; Itu Pertengkaran

Disinggung terkait sumber sampah tersebut Subande menduga, sampah tersebut merupakan sampah kiriman dari luar Bali setelah terjadi hujan lebat yang menyebabkan kebanjiran. “Sampah mulai terlihat sudah dari 1 minggu karena terjadi hujan lebat. Sampah ini kemungkinan bersumber dari Jawa dan juga banjir lokal,” pungkasnya. TS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *