Persindonesia.com Medan – Pemerintah telah mengakomodir Program Indonesia Pintar (PIP) Guna mengurangi beban masyarakat kurang mampu di bidang pendidikan. Namun masih terkendala tidak semua Sekolah mengetahui Birokrasi untuk mendapatkan layanan tersebut. Jum’at (23/7/21)
Polres Gianyar Dan Jajaraan Ketatkan di Setiap Pos Penyekatan
Saat di wawancarai awak media, salah satu orang tua siswa warga Medan Denai, yang tak ingin disebutkan namanya, di temui di Kantor Dinas Pendidikan Kota Medan belum lama ini, mengatakan Ia sedang mengajukan pembuatan Kartu Indonesia pintar ((KIP) untuk anaknya yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) namun belum dapat terealisasi.
“Saya sudah bermohon sama Kepala Sekolah dan di berikan surat pengantar dan saya teruskan ke Dinas Sosial, dari Dinas Sosial, saya dikasih surat pengantar lagi. yang di tujukan kembali ke kepala sekolah,” ucapnya.
Semetara itu saat Operator Sekolah di temui awak media, mengatakan untuk pengajuan lebih lanjut surat pengantar di ajukan ke Kelurahan dan Dinas Pendidikan.
Guna pengajuan lebih lanjut orang tua wali murid, menyerahkan ke Kelurahan dan dinas pendidikan. sesampai di Dinas Pendidikan, pengajuan tak juga temukan titik terang.
Polri Imbau Masyarakat Tidak Terhasut Ajakan Aksi Unjuk Rasa Tanggal 24 Juli
Menanggapi hal ini staf pegawai Dinas Pendidikan Kota Medan, menjelaskan bahwa data siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dari keluarga tidak mampu diajukan kepada Sekolah. Dengan surat keterangan pendukung dari Lurah setempat atau data dari Dinas Sosial bahwa memang dari keluarga tidak mampu disampaikan kepada Kepala Sekolah.
“Data anak didik diserahkan kepada Kepala Sekolah dan dilanjutkan kepada petugas operator Sekolah. Untuk dimasukan ke data Dapodik, orang tua kurang mampu,” jelas staf pegawai bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kota Medan.
Atas kurangnya pengetahuan pihak sekolah dalam pengurusan Kartu Indonesia pintar (KIP) sangatlah di sayangkan, harapannya dinas pendidikan bisa memaksimalkan jajarannya, guna merelasasikan program Pemerintah yang sudah di akomodir. (sr)






