Satlap Tricakti Buka Pengawasan, Media dan Masyarakat Diminta Laporkan Oknum Nakal

Stefanus, Perwira Hukum Satlap Tricakti bersama Ketua Almaster Babel

Pangkalpinang, persindonesia.com —

Perwira Hukum Satlap Tricakti, Stefanus, meminta media dan masyarakat ikut mengawasi personel Satlap Tricakti yang bertugas di lapangan. Jika ditemukan oknum yang bertindak di luar prosedur atau mengatasnamakan Satlap Tricakti, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

Hal tersebut disampaikan Stefanus kepada awak media usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Aliansi Masyarakat Terzolimi (Almaster), terkait evaluasi dan pelaksanaan tugas Satlap Tricakti di lapangan, di DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (10/9/2026).

“Pada dasarnya kami Satlap Tricakti tidak ada yang ditutup-tutupi. Jadi, apabila rekan-rekan mendapatkan info terkait oknum Satlap Tricakti yang sekiranya bermain, mohon untuk segera laporkan ke kami dan kami akan proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Stefanus.

Ia juga meminta peran media untuk turut memantau personel Satlap Tricakti selama menjalankan tugas di lapangan.

“Apabila ada yang bertindak tidak sesuai, bertindak di luar dari prosedur, tolong kami diinfokan, nama dan orangnya siapa biar kami proses,” pintanya.

Stefanus menjelaskan, setiap personel Satlap Tricakti yang bertugas memiliki kartu tanda anggota (KTA) sebagai identitas. Hal ini penting untuk mengantisipasi adanya pihak yang mengaku sebagai personel Satlap Tricakti.

“Kalau rekan-rekan ketemu nanti, minta aja kartu tanda anggota. Setiap personel pasti memiliki kartu anggota,” jelasnya.

Menurut Stefanus, fenomena pihak yang mengatasnamakan Satlap Tricakti menjadi perhatian pihaknya. Karena itu, masyarakat diminta melaporkan apabila menemukan orang yang mengaku sebagai anggota Satlap, namun identitasnya tidak dapat dipastikan.

“Belakangan ini muncul fenomena, banyak yang mengatasnamakan Satlap. Jadi kami pun mohon bantuan, apabila ada oknum-oknum yang mengatasnamakan dan ternyata teridentifikasi bukan, tolong dilaporkan ke kami dan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Terkait personel yang telah selesai bertugas atau mengalami rotasi, Stefanus memastikan kartu identitas anggota ditarik. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah mantan personel menggunakan nama Satlap Tricakti setelah tidak lagi bertugas.

“Memang rekan kami pada dasarnya melakukan rotasi. Jadi kami pun lagi mengantisipasi apabila ada rekan-rekan yang sudah pulang tapi masih mengatasnamakan. Jadi rekan-rekan yang sudah pulang otomatis kartu anggotanya kami tarik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, personel Satlap Tricakti yang saat ini bertugas di Bangka Belitung telah dilengkapi identitas dan surat perintah dalam menjalankan tugas.

“Personel Satlap yang bertugas di Bangka Belitung saat ini semua memiliki identitas. Dan apabila dalam pelaksanaan tugas, pasti dibekali dengan surat perintah,” katanya.

Stefanus juga menyampaikan bahwa Satlap Tricakti memiliki bagian hukum dan Polisi Militer (PM), yang menangani pengaduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan personel.

“Kalau untuk pengaduan masyarakat, kebetulan kami punya bagian hukum dengan bagian PM. Mungkin Abang bisa menghubungi nomor saya nanti, ya. Nah, nanti kami kasih,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Stefanus kembali mengajak media dan masyarakat bersama-sama melakukan pengawasan, terhadap personel Satlap Tricakti yang menjalankan tugas di lapangan.

“Tolong bantu awasi kami dan jaga rekan-rekan kami,” pungkas Stefanus. (B2N)