Persindonesia.com Jembrana – Setelah kemarin Kecamatan Negara mendapatkan kasus gigitan anjing rabies tang bertempat di Desa Baluk, kini giliran Kacematan Jembrana tepatnya di Banjar Sawe, Desa Batuagung terjadi kasus gigitan anjing rabies sebanyak 6 orang.
Diketahui korban merupakan 1 keluarnya yang terdiri 4 orang anak-anak dan 2 orang dewasa. Anjing tersebut merupakan milik warga bernama Ngurah Swartama (39) yang juga merupakan korban gigitan, selanjutnya korban yang digigit bernama Ni Nyoman Nardi (55), I Kadek Kendra (6), I Komang Wira (5), dan I Kadek Satya Pranata (3).
Terkait hal tersebut Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana yang menaungi bagian peternakan Keswan Kesmavet Kabupaten Jembrana mengadakan eliminasi dan vasin rabias terhadap hewan pelihraan warga Banjar Sawe.
Pada saat petugas Keswan Jesmavet mengeliminasi dan vaksin dan memantau keberadaan anjing yang pernah kontak dengan anjing rabies, terdapat 1 anjing yang sudah diikat dari mulutnya mengeluarkan air dan berontak takut dengan sinar matahari. Rabu (02/06).
“Astaga” ! Tilep HP ,Hendra Terpaksa Berurusan Dengan Pihak Berwajib
Setelah petugas minta ijin untuk di eliminasi sempat anak pemilik anjing menolak dan menangis sejadi-jadinya tidak rela anjing kesayangannya di eliminasi, setelah diberi pengertian oleh petugas medis vet dan dibantu oleh Bhabinkamtibmas serta Babinsa, pemilik anjing baru bersedia anjingnya di eliminasi.

Penuturan dari pemilik rumah Ni Nyoman Nardi mengatakan, anjing yang terkena rabies pemiliknya saudara bertempat di barat rumah, saat itu diam di bawah tempat tidur saya, pada saat memakaikan baju cucu saya yang mau pergi kesekolah, tiba-tiba anjing tersebut mengigit kaki tanpa saya sadari,
“Habis itu sore harinya cucu saya yang tinggal diutara rumah juga digigit disebelah tangannya. Jadinya keluarga saya sebanyak 6 orang digigit anjing tersebut. Kami semua sudah mendapatkan vaksin rabies atas anjuran petugas kehewanan,” ungkapnya.
Gubernur Koster Buka Peringatan Bulan Bung Karno III, “Wana Kerthi Taru Prana Bhuwana”.
Sementara Kabid Keswan Kesmavet drh. I Wayan Widarsa mengatalkan, Jadi atas seijin kepala dinas, kami menyampaikan di banjar sawe desa batuagung terjadi kasus gigitan anjing rabies melebihi 2 orang, kasus ini mulai terjadi pada tanggal 22 Mei 2021 sampai tanggal 27 Mei 2021.
“Jadi warga yang digigit merupakan 1 rumah berdekatan sebanyak 6 orang, kebanyakan anak-anak yang digigit sebanyak 4 orang dan 2 orang dewasa. Anjing ini tidak diketahui sempat kontak dengan anjing lainnya dikarenakan anjing tersebut di lepas liarkan,” ucapnya.
Pada tanggal 27 Mei 2021 sore hari, lanjut Widarsa, anjing tersebut lemas dan mati akhirnya ada laporan, langsung kami bersama tim Kecamatan Jembrana melakukan tindak lanjut berupa pengambilan sample, dan dikirim pada tanggal 29 Mei 2021 ke Balai Besar Veteriner Denpasar.
Pemkab Gianyar Peringati Hari Lahir Pancasila
“Selanjutnya pada tanggal 31 hasil dari pengecekan lab keluar pada malam hari dengan hasil positif rabies, mendapatkan informasi hasi lab positif, teman-teman medik vet kecamatan Jembrana langsung malam itu juga menindak lanjuti ke Banjar Sawe, Desa Batuagung, melihat korban dan melaporkan ke bagian kesehatan agar ditindaklanjuti VAR pertama,” jelasnya.
Pihaknya melakukan respon kepada hewannya dengan melakukan vaksinasi emergancy di Banjar Sawe ini, kemudian kami juga melakukan eliminasi selektif untuk penenjukan diagnosa penyebaran virus terhadap anjing yang kontak dengan anjing yang positif.
“Setelah melakukan eliminasi kepada anjing yang kontak, kami langsung mengambil sample dan dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar, selanjutnya korban-korban ini terus dilacak oleh tim kesehatan dan tim medik vet kami sehingga terkumpul data korban sebanyak 6 orang.
Ketua Dekranasda Gianyar Meninjau Pelatihan Barista
Pihaknya juga bekerjasama dengan aparat desa serta Babinsa dan Bahabinkamtibmas agar ikut memantau VAR selanjutnya agar tidak dilupakan jadwal vaksin yang diberikan oleh petugas puskemas.
“Kasus di Kecamatan Jembrana merupakan kasus yang ke 8, yang sebelumnya di Melaya dengan kasus 6 kali di Kecamatan Negara 1 kali dan 1 kasus di Jembrana, dimohonkan kepada masyarakat mudah-mudahan kasus ini yang terakhir.
“Diketahui pada tahun 2019 di Desa Batuagung sendiri pernah masyarakat melakukan penolakan vaksin rabies, mudah-mudahan dengan kasus ini masyarakat disini semakin sadar bahwa pentingnya vaksinasi rabies jadi tidak mempercayai hoak vaksin rabies menyebabkan anjing kurap dan sebagainya,” tutupnya. (Sub)






