Persindonesia.com Gunungsitoli – Sejumlah Guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Gunungsitoli, pertanyakan soal pemotongan dana paket internet gratis oleh Kepala Sekolah (Kasek) MAN Gunungsitoli Mila Karmila Sitompul, S.Pd.I, MM.
Kapolri Listyo Sigit Rangkul Pemuda Masjid Lawan Radikalisme dan Intoleransi
Mereka tak terima keputusan Kasek MAN itu, yang mengalihkan sebagian hak mereka atas dana paket internet gratis, untuk pembelian seragam Batik Guru-guru, karena dilakukan tanpa persetujuan mereka.
Padahal dalam petunjuk teknis dana BOS, jelas tertulis bahwa “Bantuan paket internet gratis kepada guru-guru Madrasah, di maksudkan untuk menunjangĀ proses belajar mengajar jarak jauh (daring) antara guru dan peserta didik dalam rangka mencegah penyebaran covid-19,Ā jadi “Tidak boleh dialihkan ke pos lain” begitu petunjuk juknisnya,” kata ST mewakili guru-guru.
Lanjut dia lagi, tidak masalah bila paket internet gratis (yang merupakan hak kami) di alihkan oleh Kasek untuk pengadaan seragam batik, tapi diberitahu dong, jangan diam-diam. Sepertinya ada yang ditutupi, ada apa ? Tanya mereka.
Sebelumnya, Kasek Karmila Sitompul mengadakan rapat terbatas dengan beberapa guru,Ā KTU dan WKM, terkait rencana pembelian seragam batik guru-guru MAN Gunungsitoli yang dananya dipotong dari dana bantuan paket internet gratis
Kasdam Hadiri Rakor Bersama Gubernur Bali
Namun rencana itu tak disetujui, bahkan beberapa guru, KTU dan WKM menyarankan kepada Kasek Karmila sitompul agar sebaiknya dikembalikan saja kepada mereka dalam bentuk uang, karena uang pribadi mereka telah lebih dulu di pakai guna membelanjakan paket internet gratis itu, namun saran kita sepertinya tak gubris,” jelas sumber tadi.
Dikonfirmasi via seluler Kamis (25/2), Kasek MAN Gunungsitoli Mila Karmila Sitompul, mengatakan ” Oh terkait soal pemotongan itu bukan urusan saya, yang penting SPJ BOS dan paket internetnya sudah dikirim kepada mereka, sudah tak ada masalah lagi,” ujar Kasek singkat
Ditanya, kenapa bantuan paket internet yang satu bulan lagi, tidak diberikan saja kepada guru-guru, kenapa harus di alihkan pembelian seragam baju batik ?
“Itu sudah tak ada masalah pak”.jawab Kasek enteng,Ā jangan direspon mereka itu, kadang-kadang informasinya tidak benar, imbuhnya.
Informasi yang dihimpun dari pengurus sekolah yang tak ingin identitas disebut, diketahuiĀ bahwa dana paket internet gratis Tahun Anggaran 2020 ini diberikan selama 5 (lima) bulan kepada 38 orang guru di MAN dengan jumlah rata-rata Rp.150.000/orang per bulan.
Namun yang diterima hanya sampai pada bulan ke 4, sementara bulan ke 5 sudah dialihkan untuk pembelian seragam batik, yang totalnya sebanyak 38 orang guru x Rp.150.000 = Rp.5.700.000.” kata sumber itu.
Bahkan, tegas sumber itu lagi, selain masalah pengalihan paket internet, Kasek Karmila Sitompul disebut-sebut juga telah memecat 4 orang guru honorer senior yang telah bertahun-tahun mengajar, tanpa menerbitkan SK Pemberhentian mereka.
Astaga! Aksi Bejat Yasin Sodomi Anak Bawah Umur di Mushola
Senada dengan hal itu, bendahara BOS MAN inisial RP, kepada media ini, juga mengaku telah merekayasa biaya makan-minum atas pembelian ayam Geprek TA.2020.
Menurut Bendahara itu, hal ini dilakukannya atas perintah pimpinan dengan cara merekayasa SPJ ayam GeprekĀ TA 2020 sebesar lebih-kurang Rp.14 juta, yang dicicil pembayarannya pada awal tahun anggaran 2021.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Gunungsitoli melalui Kasi JT, mengatakan “kalau benar seperti itu kejadiannya, itu sudah berkesalahan,” tegas JT
Terkait Pemotongan dana paket internet JT menyesalkannya, seharusnya Kasek Karmila Sitompul mengundang rapat para guru-guru dan komite, bila mereka setuju, wajib dibuat Berita Acara Kesepakatan bersama. Begitu mekanismenya.
Lebih jauh dikatakan JT lagi, terkait pemecatan guru honorer dan dugaan rekayasa mark-Up biaya ayam Geprek, itu sudah sangat berkesalahan.
Silahkan mereka buat laporan, pasti kita akan tindak lanjuti, kalau perlu kita rekomendasikan ke Kemenag Provinsi”. Ujarnya. (edy/tim)






