Selain Sasar Anak-anak, MBG Jembrana Kini Sentuh 3B, Target Rampung Akhir Tahun

Persindonesia.com Jembrana – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jembrana terus mengalami perluasan. Selain menyasar anak-anak sekolah, program ini kini juga menjangkau kelompok rentan seperti balita, ibu menyusui, dan ibu hamil atau yang disebut 3B.

Komandan Kodim 1617/Jembrana, Letkol Inf. Mohamad Adriansyah, menjelaskan bahwa saat ini telah ada tujuh dapur yang siap beroperasi, dengan dua di antaranya ditargetkan akan beroperasi pada bulan Agustus. Hal ini akan menambah total dapur menjadi delapan. Nantinya, akan ada penambahan lima dapur lagi untuk mendukung program ini.

Saat ini, kata Adriansyah, setiap dapur telah melayani antara 3.500 hingga 3.700 orang. Untuk kelompok 3B, makanan bergizi akan didistribusikan dua kali seminggu. “Makanan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan kalori, bisa berbentuk protein, buah, dan susu, sesuai dengan standar harga yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” ujarnya, Rabu (13/8)

Kantor Pertanahan Klungkung Lakukan Mediasi Sengketa Tanah di Desa Dawan Klod

Ia mengaku, sistem distribusi untuk kelompok 3B akan dilakukan melalui puskesmas dan posyandu di setiap desa atau kelurahan. “Pihak puskesmas akan mengarahkan atau menyerahkan langsung makanan kepada penerima manfaat,” terangnya.

Menurut data, lanjut Adriansyah, ada sekitar 59.000 pelajar atau anak-anak di Jembrana yang berhak menerima manfaat MBG. Dengan beroperasinya tujuh dapur, diperkirakan 13.500 orang telah terlayani. “Artinya, masih ada sekitar 46.000 anak-anak yang akan dilayani oleh dapur tambahan di luar kelompok 3B,” jelasnya.

Adriansyah juga mengakui adanya kendala yang dihadapi, terutama terkait permintaan menu dari anak-anak. “Terkadang anak-anak meminta menu tertentu setelah makan di sekolah. Pihak dapur berusaha memenuhi permintaan mereka sekali dalam seminggu,” katanya.

126 Stan Ramaikan Pameran Kerajinan dan UMKM Jembrana, Hadirkan Pelaku Lokal dan Nasional

Di sisi lain, imbuh Adriansyah, pengawasan terhadap kualitas bahan makanan dan hidangan yang disajikan kini diperketat. “Kami melakukan pengawasan ketat untuk mengantisipasi kejadian yang terjadi di tempat lain,” tegasnya.

Lebih jelasnya ia mengatakan, untuk cakupan wilayah, saat ini lima kecamatan di Jembrana telah tercover. Satu dapur di Kecamatan Melaya sudah beroperasi, dan rencananya akan ada penambahan tujuh dapur lagi di wilayah tersebut.

“Bapak bupati menargetkan semua sudah dapat terlayani pada akhir tahun ini. Kami dari pihak TNI-Polri dan pemerintah daerah terus berupaya menambah jumlah dapur yang ada di Jembrana,” tutupnya. Secara keseluruhan, ditargetkan akan ada 22 dapur yang beroperasi, termasuk untuk kelompok 3B. Ts

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *