Persindonesia.com Denpasar – Sebuah akun milik @mirahsugandhi di Instagram merasa terhina sebagai anak bangsa Indonesia terutama anak Bali asli. Celotehnya di dunia maya, diusir Satpam di Hotel PS di kawasan Pantai Sanur membuat dirinya merasa kesal. Hanya karena duduk-duduk disebuah kuris pantai menikmati angin laut. Tiba-tiba diusir untuk tidak duduk dan berada di area wilayah itu.
Dalam rekaman video yang di unggahnya menjelaskan dengan sedikit berlinang air mata, merasa sangat kesal dan harus menjauh dari area hotel tersebut.
Danrem Wira Satya Pantau Posko PPKM Mikro Desa Sanur Kaja Denpasar
“Kenapa orang asli di daerah sekitar pantai ini, tidak boleh berada di area itu. Seenaknya satpam tanpa penjelasan yang masuk akal mengusir warga pengunjung walau hanya sekedar duduk dan menikmati pemandangan pantai Sanur,” ungkapnya di jejaring Instagram.
Apakah pantai di Bali sudah terjual, dan apakah hanya tamu luar negeri yang hanya boleh menikmati. Dan apakah warga pribumi ini hanya sebagai penonton dinegerinya sendiri. Sebuah dilema bagi masyakarat yang ingin menikmati indahnya pantai yang mana banyak area hotel dan restauran.
Satpam PT. Naga Mas Amankan Pelaku Curas Lalu Diserahkan ke Polsek Tapung Hilir
Sementara pihak pemerintah Desa setempat tak pernah memberi tahu warganya akan hal ini. Hanya menikmati hasil pundi-pundi dolar dari kaum luar yang menghamburkan dan berfoya-foya ke Bali. Sementara warga sekitar hanya berharap lestari Bali dan ajeg Bali. Bali jangan berubah, budayanya, seninya, alamnya dan eksotik tanpa bisa di jual.
Kemudian pada hari Rabu 24/03/0221 Pihak Security Puri Santrian mengklarifikasi dan mengatakan, dia hanya menjalankan tugas.
“Saya hanya menjalankan tugas dan saya tidak ada maksud apapun, serta permohonan maaf lewat medsos instagram akun @sagra.bali. Karena tidak bisa bertemu langsung dengan @mirahsugandhi,” tuturnya lewat video instagram.
Warga masyarakat silahkan menikmati pantai akan tetapi harus jaga kebersihan dan lingkungan, tutupnya.
Jembrana Juara 1 Mesatua Bali, Bupati Tamba Apresiasi Semangat Lestarikan Warisan Budaya
Atas unggahan itu, yang langsung ditanggapi lewat akun Mirah Sugandhi mengatakan, pantai depan Puri Santrian bebas dikunjungi publik.
“Pantai-pantai yang ada di Bali bukan milik perseorangan/perusahaan. Warga dan masyarakat silahkan datang tapi jangan lupa menjaga keamanan pantai dan mengutamakan kebersihan di area pantai tersebut,” tutupnya. (Red)





