Sidak Apotek dan Toko Obat, Ini Sirup Yang Diwaspadai

Polres dan Dinkes Lakukan Pengecekan Edaran Obat Sirup

Persindonesia.com. Banjarbaru – Dalam beberapa bulan terakhir indonesia di gemparkan dengan ada nya peningkatan kasus gagal ginjal akut yg menyerang anak anak usia enam bulan sampai dengan 18 tahun, hingga beberapa hari yang lalu pemerintah mengumumkan gagal ginjal akut sudah tercatat dua ratus empat puluh satu,di antara nya seratus tiga puluh satu meninggal dunia.

Menindak lanjuti kejadian tersebut, pada hari Senin 24/10/2022 sekitar pukul 10.00 Polres Banjarbaru Bersama Dinas Kesehatan melaksanakan pengecekan dan patroli ke setiap penjuru fasilitas Pelayanan Kesehatan yang ada di wilayah kota Banjarbaru, Polres Panjarbaru telah mengerahkan ratusan personel nya, dari Polres Sampai Polsek guna mengecek serta bersosialisasi bersama.masyarakat untuk menghindari sementara waktu penggunaan Obat sirup.

Saat kami hubungi Kapolres Banjarbaru AKBP Dodi Harza Kusumah, melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru AKP Tajudin Noor menjelaskan, Polres Banjarbaru bersama sama dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru melakukan pengecekan sekaligus himbauan ke Rumah Sakit, Apotek, Toko ObaT, Klinik dan praktek mandiri tenaga kesehatan menginstruksikan agar memberhentikan sementara penjualan obat dalam bentuk sirup kepada masyarakat, bagi para tenaga kesehatan pun di minta tidak memberikan obat sirup kepada pasien.

“Beberapa merk obat sirup mengandung Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Gliko (EG) yang melebihi ambang batas aman BPOM, sebagai informasi dari pengujian yag di lakukan ada enam obat sirup yang di larang dan di tarik peredaran nya, di antara nya Termorex sirup (Obat Demam), Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), Unibaby Cough (obat batuk dan flu), Unibaby Demam Sirup (obat demam) dan Unibaby Demam Drops (obat demam),” terangnya.

Untuk ke depannya, lanjut Tajudin, Dinas Kesehatan dan Polres Banjarbaru akan melakukan pengawasan dan penertiban melalui tindakan Preemtif dan Preventif kepada semua Rumah Sakit,Toko Obat, klinik. “Juga tak lupa kepada orang tua lebih berhati hati dan tidak sembarangan memberikan obat kepada anak khususnya balita terutama obat jenis sirup, dan pastikan sesuai dengan petunjuk serta resep dari dokter,” pungkasnya

(Erick).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *