Persindonesia.com Jembrana – Tidak seperti teman yang lainya mahasiswa papua yang tinggal di Kabupaten Jembrana merasa senang belajar di kabupaten yang paling barat di Pulau Bali ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu siswa perempuan yang bernama Dhel Samp saat dikunjungi awak media disalah satu kos-kosan di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Kamis (27/05)
Peduli Wartawan Bantuan Presiden Jokowi Di Salurkan Ketum Santan NU T. Rusli Ahmad
Diketahui putra putri masyarakat Papua yang belajar di Kabupaten Jembrana dimasa pandemi ini berjumlah sebanyak 28 orang akan tetapi sebanyak 5 orang, jadinya siswa yang tinggal masih 23 orang, dan yang sudah pulang sampai saat ini mereka belum kembali dikarenakan pandemi covid.
Saat dikonfimasi awak media salah satu murid yang sekolah di SMAN 2 Negara kelas 12 bernama Dhel Samp mengatakan, semenjak dirinya dan teman-temannya tinggal di Kabupaten Jembrana untuk belajar, mereka mengaku senang belajar dan tinggal di Jembrana.
“Saya dan teman-teman sangat senang tinggal dan belajar di Jembrana, semua orang baik-baik dengan kami,” ucapnya.
Kami sebagai warga Papua, lanjut Dhel, yang tinggal di Kabupaten Jembrana bangga menjadi bagian NKRI karena kami hidup dengan kedamaian tanpa adanya diskriminasi, kami sangat bangga sekali.
Diketahui siswa putra putri Papua yang belajar di Jembrana saat ini berada di 5 Kecamatan diantaranya, Kecamatan Melaya sebanyak 6 orang dan 3 orang ijin pulang ke Papua, mereka bersekolah di SMAN 1 Melaya.
Kemenag Kampar : Daftar Penerima Insentif Guru MDTA Sudah Diserahkan Ke Dinas Dikpora Kampar
Sementara di Kecamatan Negara siswa putra putri Papua bersekolah di SMKN 2 Negara dengan jumlah 3 orang dan di Kecamatan Jembrana putra putri Papua bersekolah di SMAN 2 Negara dengan jumlah 10 orang sementara 2 orang ijin pulang ke Papua jadinya masih 8 orang.
Untuk di Kecamatan Mendoyo siswa putra putri Papua bersekolah di SMAN 2 Mendoyo dengan jumlah sebanyak 9 orang sementara di Kecamatan Pekutatan siswa putra putri Papua tidak ada bersekolah disana.
Test Sweb Antigen Polsek Cisauk 25 Orang Negatif
Selama mereka bersekolah di Kabupaten Jembrana setiap sekolah didampingi satu guru pendamping dan mereka selama pandemi belajar melalui during dan juga siswa yang ijin pulang ke kampung halamannya untuk mengikuti pembelajaran juga secara during. (Sub)






