Sulap Sampah Plastik Jadi Uang, kodim Jembrana Gandeng Babinsa dan STT

Persindonesia.com Jembrana – Sampah plastik menjadi momok menakutkan di Jembrana. Di sisi lain, sampah plastik juga mendatangkan keuntungan jika dijual. Melihat situasi ini, Kodim Jembrana berencana memanfaatkan TPSR (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang tidak berfungsi dan melibatkan Babinsa, masyarakat, serta STT (Seka Teruna Teruni) setempat untuk mengelola sampah.

Saat dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut, Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf M.Adriansyah S.I.P mengatakan, terkait keadaan sampah di kabupaten Jembrana, pihaknya selama ini sudah melihat situasi yang ada.

“Kami juga sudah memonitor bank sampah yang sebenarnya sudah ada, tapi saat ini belum maksimal dalam pengerjaannya. Kami mencoba mengingatkan para Babinsa dan mengajak mereka membawa masyarakat agar lebih aktif lagi mengenai pengelolaan sampah,” terangnya. Senin (18\6\2024).

Ringankan Beban Disaat Hari Raya, Dandim Jembrana Serahkan Bantuan Sembako ke Anggotanya

Menurutnya, kalau berharap dari pemerintah saja itu akan terkendala, karena mereka sendiri dengan sumber daya yang ada saat ini mungkin tidak bisa mencakup secara keseluruhan. “Dalam hal ini, kami perlu mengajak Babinsa, para masyarakat termasuk seka truna truni (STT) untuk bisa bersama-sama bergabung, kita coba bagaimana masalah pengelolaan sampah ini lebih efektif,” ujarnya.

Selama ini, lanjut Adriansyah, masyarakat menganggap sampah itu memang sampah, tanpa berpikiran sampah itu sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi uang. “Itu bisa digunakan untuk membantu kehidupan mereka. Dalam hal ini mungkin ditingkat pusat saat ini dari Kodam sudah memberikan arahan kepada Dandim memberikan solusi kepada masyarakat, harapannya untuk membantu masyarakat,” jelasnya.

Adriansyah mengaku, saat ini memang dari pusat belum menyiapkan alat dan kelengkapannya, akan tetapi pihaknya mencoba bekerjasama dengan bank sampah yang sudah ada. “Kita mengikuti contoh yang sudah berjalan di beberapa kodim di kabupaten di Bali. Selain itu kita juga berkoordinasi dengan bank yang mau membantu melalui CSR,” ucapnya.

Warga Yehembang Meninggal Dunia Terjatuh dari Pohon Duku

Meskipun alat dan kelengkapan belum tersedia, Kodim Jembrana berencana bekerja sama dengan bank sampah yang ada dan mengikuti contoh dari Kodim lain di Bali. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan bank yang mau membantu melalui CSR.

“Kita manfaatkan TPSR yang sudah ada terlebih dahulu, kalau kita membuat baru akan berkendala dengan fasilitas, biaya dan segala kebutuhan yang harus disiapkan. Kalau yang sudah mangkrak ini kemungkinan kendalanya yang pertama operasionalnya, berarti nanti kita berkoordinasi ke bank yang memang mengeluarkan bantuan CSR agar TPSR ini hidup lagi dan bisa berjalan lagi,” katanya.

Lebih jelasnya Adriansyah mengatakan, untuk mengawali, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat untuk memilah sampah organik maupun non organik. “Kita beri informasi terlebih dahulu kepada masyarakat terkait sampah yang bernilai ekonomis seperti sampah plastik itu bisa dijual dan mendatangkan uang,” ungkapnya.

Puluhan Kafe di Delod Berawah Jadi Target Tim Gabungan

Pihaknya telah menyiapkan satu unit truk dan berharap mendapat bantuan CSR berupa kendaraan pick up untuk keliling mengumpulkan sampah di setiap desa. Sur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *