Sungguh Bejat! Tega Setubuhi Anaknya Sendiri, Pengusaha Asal Jembrana Dipolisikan

Persindonesia.com Jembrana – Dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pengusaha sukses asal Kabupaten Jembrana terhadap anak putrinya sendiri membuat geger publik. Kejadian tersebut terjadi di sebuah hotel pada bulan April 2023 lalu. Menurut informasi yang dihimpun, pengusaha tersebut diketahui beberapa kali mengalami perceraian. Kali ini korban yang merupakan anak putrinya dari penikahan dengan istri pertamanya tersebut baru tamat SMA dan tinggal di Denpasar.

Korban dikabarkan dibujuk oleh ayahnya untuk diajak ke Jembrana untuk menghadiri upacara keagamaan. Namun, bukannya ke Jembrana, korban malah diajak ke sebuah hotel dan diperkosa oleh ayahnya sendiri. Korban sempat berontak, tetapi diancam hingga tidak berdaya. Setelah kejadian tersebut, korban trauma dan sempat bungkam tidak mau bicara. Namun, keluarga korban mengetahui kejadian tersebut dan langsung melaporkannya ke SPKT Polres Jembrana.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Androyuan Elim mengungkapkan bahwa pihaknya juga sudah menangani beberapa kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Untuk mencegah kasus serupa terulang.

Bukan Pembatasan Qwota, Puspa Negara Sebut Pengendalian Minimalisir Efek Kenakalan Wisman

“Kami akan melakukan upaya prefentif dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan banjar-banjar. Ia juga menekankan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya dan kepedulian lingkungan juga harus ditingkatkan,” ucapnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan keprihatinan mengenai keamanan anak-anak di Indonesia. Perlu adanya tindakan tegas dari pihak berwenang untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak yang rentan menjadi korban kejahatan seksual.

Sementara UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Dinas PPA PPKB Pemkab Jembrana melakukan pendampingan terhadap korban untuk mengembalikan trauma yang dialaminya. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak, Ida Ayu Sri Utami Dewi, mengatakan pihaknya sudah melakukan pendampingan. Baik itu pendampingan psikologis maupun pendampingan untuk pelaksanaan kegiatan sekolah.

Seorang Pelaku Pembacokan Ditangkap Polisi

“Kejadian itu memang sempat membuat korban trauma. Bahkan korban sempat menutupi kejadian tersebut. Setelah kejadian belum berani melapor, namun akhirnya memberanikan diri manyampaikan kepada keluarganya. Saat ini kondisi korban secara fisik maupun psikologi baik-baik saja,” jelasnya.

Pihaknya tetap memantau keadaan korban dan instens juga berkomunikasi dengan pihak keluarga. “Makin mencuatnya kasus-kasus ini kami akan lebih meningkatkan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Kami berharap tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini,” ujarnya. Sur

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *