Persindonesia.com Tegal – Untuk meningkatkan kemampuan dalam penanganan keadaan darurat, Polres Tegal menggelar pelatihan Polisi Penolong bagi seluruh Bhabinkamtibmas di jajaran Polsek. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokes) Polres Tegal dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tegal.
Pelatihan berlangsung di halaman dan Masjid Polres Tegal, dengan metode teori dan praktik lapangan. Para peserta mendapat materi pertolongan pertama dan penanganan kegawatdaruratan, termasuk teknik dasar Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR), pertolongan pada korban pingsan, serta penanganan awal bagi korban kebakaran dan kecelakaan.
Pada sesi praktik, tim Damkar Kabupaten Tegal menggelar simulasi pemadaman api akibat kebocoran tabung gas LPG. Para personel diajarkan cara menutup katup gas yang terbakar serta menggunakan alat pemadam sederhana dengan aman.
12 Ribu Hektar Hutan Jembrana Rusak, Illegal Logging Masih Marak di Melaya dan Perbatasan Buleleng
Simulasi tersebut berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Sejumlah pejabat Polres Tegal bahkan ikut mencoba langsung memadamkan api di bawah bimbingan petugas Damkar.
“Seorang Bhabinkamtibmas bukan hanya pelindung dan pengayom, tetapi juga harus siap menjadi penolong. Tindakan cepat dan tepat dalam situasi darurat bisa menyelamatkan nyawa,” ujar dr. Rizka Dewi Rahmiati dari Seksi Dokes Polres Tegal yang menjadi pemateri utama pelatihan.
Kasi Dokes Polres Tegal menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polres Tegal dalam meningkatkan profesionalitas dan kemampuan humanis personel. Dengan keterampilan yang dimiliki, diharapkan para Bhabinkamtibmas lebih siap membantu masyarakat dalam kondisi darurat.
Kasus Penyelundupan Penyu Marak, 32 Kelompok Bentuk Asosiasi di Perancak
Melalui pelatihan ini, Polres Tegal berharap seluruh Bhabinkamtibmas mampu menjadi Polisi Penolong yang sigap, tanggap, dan siap hadir di tengah masyarakat kapan pun dibutuhkan. (Karmono)






