Tator Berry Muncul, Peredaran Rokok Ilegal Babel Disorot

Varian baru rokok ilegal Tator, ‘Tator Berry’

Pangkalpinang, persindonesia.com — Peredaran rokok yang diduga ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menjadi sorotan. Beragam merek disebut masih mudah ditemukan di sejumlah wilayah, mulai dari toko hingga warung-warung, termasuk merek Tator yang telah lama beredar.

Pantauan pada Kamis (24/9/2026), sejumlah merek rokok yang diduga ilegal masih ditemukan di tengah masyarakat. Peredarannya disebut tidak hanya menyasar toko, tetapi juga mudah ditemui di warung kopi dan tempat warga berkumpul.

Salah satu merek yang cukup lama dikenal adalah Tator. Nama Ahau bahkan disebut-sebut di tengah masyarakat, sebagai sosok yang dikaitkan dengan rantai distribusi rokok tersebut.

Namun, informasi mengenai keterlibatan Ahau dalam distribusi Tator tersebut masih memerlukan konfirmasi dan pembuktian dari aparat penegak hukum. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang dapat dijadikan dasar untuk menyatakan Ahau sebagai pemasok atau pengendali peredaran rokok tersebut.

Sorotan kembali mencuat setelah Tator kini muncul dengan varian baru bernama Tator Berry. Varian tersebut menawarkan sensasi rasa blueberry yang disebut dapat dirasakan setelah fitur click pada batang rokok diaktifkan.

Kemunculan produk baru itu menunjukkan bahwa peredaran merek yang diduga ilegal tersebut masih menjadi perhatian di lapangan.

Kondisi ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di Babel. Terlebih, apabila sebuah merek dapat bertahan dan bahkan menghadirkan varian baru, maka diperlukan penelusuran menyeluruh terhadap rantai distribusinya.

Penindakan terhadap peredaran rokok ilegal dinilai tidak cukup hanya menyasar pengecer. Aparat berwenang juga perlu menelusuri sumber barang, jalur distribusi hingga pihak-pihak yang diduga berada di balik peredarannya, berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Selama ini, penanganan terhadap rokok yang diduga ilegal kerap terlihat pada tingkat pengecer melalui penyitaan barang. Namun, publik tentu berharap pengawasan juga mampu mengungkap jaringan distribusi, dari tingkat bawah hingga pemasok apabila ditemukan unsur pelanggaran.

Munculnya Tator Berry menjadi momentum bagi aparat dan instansi terkait untuk kembali memperketat pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di Bangka Belitung.

Publik juga menunggu penjelasan resmi mengenai siapa pemasok produk tersebut, bagaimana jalur distribusinya, serta apakah terdapat pihak tertentu yang selama ini menjadi pengendali peredarannya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi berwenang mengenai dugaan keterlibatan Ahau ataupun pihak lainnya dalam distribusi Tator dan Tator Berry. (B2N)