Temberan Tersenyum Santuni 70 Anak Yatim Piatu, Saparudin Dorong Program Meluas

Giat Temberan Tersenyum Santunan Yatim Piatu 2026, Jum’at (9/10/2026)

Pangkalpinang, persindonesia.com —Kolaborasi Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), pemerintah kelurahan, dan para donatur, menghadirkan kepedulian bagi anak yatim piatu melalui kegiatan Temberan Tersenyum, di Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Jumat (9/10/2026).

Sebanyak 70 anak yatim piatu menerima santunan berupa beras 5 kilogram dan uang tunai Rp100.000. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Karang Taruna Kelurahan Temberan, Firmansyah, tersebut turut dihadiri Wali Kota Pangkalpinang Saparudin, Camat Bukit Intan, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Temberan, dan sejumlah lurah dari kelurahan sekitar serta Bhabinkamtibmas Temberan.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengapresiasi kegiatan sosial yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Pangkalpinang.

“Kegiatan pada hari Jumat ini merupakan kegiatan sosial yang sangat penting dan sangat bermanfaat bagi masyarakat kita di lingkungan Kelurahan Temberan ini, bahkan seluruh Kota Pangkalpinang,” kata Saparudin.

Menurut dia, kepedulian terhadap anak yatim piatu merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk berbagi rezeki kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia menegaskan, nilai utama santunan bukan terletak pada besar kecilnya bantuan, melainkan ketulusan dan keberkahan dalam berbagi.

“Bukan ukuran besar kecilnya, tapi nilai daripada berkah dan pahalanya yang diberikan oleh Allah SWT. Kita merasa yakin ketika harta kita dibagikan kepada yang berhak menerimanya, tentu Allah juga akan memberikan keberkahan yang melimpah kepada pemberi maupun penerimanya,” tegasnya.

Saparudin berharap kegiatan Temberan Tersenyum dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial semakin berkembang di Kota Pangkalpinang.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di Kelurahan Temberan dan menyebar ke kelurahan-kelurahan yang lain, sehingga kita dapat berbagi kepada sesama,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Temberan, Firmansyah, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Pangkalpinang, LPM, pemerintah kelurahan, dan para donatur.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Pangkalpinang yang terus memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial yang digagas pemuda bersama masyarakat.

“Alhamdulillah, kita menjadi bangga bisa berbagi kepada sesama, khususnya anak yatim dan piatu. Kita memberikan uang saku, beras, dan bantuan lainnya. Itu kebanggaan bagi kita karena bisa berbagi dengan masyarakat,” ujar Firmansyah.

Menurut dia, kegiatan santunan anak yatim piatu tersebut merupakan bagian dari upaya Karang Taruna dan LPM, untuk memperkuat kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Sebelumnya, kegiatan sosial serupa juga dilakukan untuk membantu janda, kaum dhuafa, dan fakir miskin. Sekitar dua bulan lalu, sebanyak 270 paket bantuan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Selain santunan, Firmansyah mengumumkan rencana pelaksanaan khitanan massal gratis pada Desember mendatang. Program tersebut terbuka bagi anak-anak di Kelurahan Temberan yang ingin mengikuti khitanan, dengan pendaftaran melalui ketua RT masing-masing.

Peserta khitanan massal juga direncanakan memperoleh perlengkapan sekolah, berupa tas, kain sarung, serta uang saku @Rp50.000.

Apresiasi terhadap kegiatan itu juga disampaikan Yulianti, salah satu keluarga penerima santunan yang tinggal di RT 01 Kelurahan Temberan. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan kepada adiknya dan berharap program tersebut dapat dilanjutkan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Karang Taruna, Pak Wali Kota, Pak Camat, Pak Lurah, dan semuanya yang memberikan santunan ini. Semoga bantuan ini bermanfaat dan ke depannya kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi,” kata Yulianti.

Melalui kegiatan Temberan Tersenyum, kolaborasi pemerintah dan masyarakat diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban keluarga penerima, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial serta menumbuhkan budaya berbagi di lingkungan masyarakat Pangkalpinang. (B2N)