Persindonesia Jember – Ratusan warga Jember yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pemilu Jurdil (AMP2J) menggelar aksi demo pada Rabu, 13/11/2024.
Aksi tersebut untuk menyuarakan aspirasi rakyat, yakni membongkar praktik kecurangan oleh penyelenggara pemilu.
Mereka mendesak KPU Jember untuk memecat oknum penyelenggara Pemilu yang terbukti tidak netral alias terlibat kampanye salah satu Paslon.
Mereka menilai, pemilu seharusnya berjalan secara jujur dan adil sebagaimana yang diamanatkan undang-undang, bukan dinodai dengan kampanye terselubung oknum anggota penyelenggara.
Mahathir, anggota aksi mengutuk semua penyelenggara pemilu yang diduga menjadi penghianat demokrasi dengan menyalahgunakan wewenang.
“Di Sumberbaru ada oknum penyelenggara yang minta seluruh instrumen untuk mendukung salah satu paslon. Bagaimana akan lahir pemimpin yang jujur kalau proses demokrasinya gak jujur. Bandit demokrasi ini harus dipecat,” tegasnya.
Komisioner KPU Jember Divisi Sosdilkih, Parmas, dan SDM, Andi Wasis, menemui ratusan peserta aksi yang tengah menggeruduk kantor KPU, bahkan rela naik ke atas mobil demo setelah didesak masyarakat.
Di hadapan pendemo, Andi Wasis berjanji akan menindak tegas oknum penyelenggara pemilu apabila terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana yang disampaikan warga.
“Kalau terbukti melanggar aturan, kami akan proses dan menindaklanjuti anggota kami. Tapi saya tidak sendirian, ada 5 komisioner di KPU. Jadi keputusan tidak hanya dilakukan saya, tapi 5 komisioner KPU,” ucapnya.
Andi Wasis tidak banyak menyampaikan pernyataan, namun janjinya diatas mobil demo menjadi pegangan bagi warga terkait kepastian sanksi bagi oknum penyelenggara yang melanggar aturan.
(tris&tim)






