Terapi Nanobubbles IMI-RAHO Club Jadi Sorotan di Inaugurasi ke-30 Berkala Penelitian Hayati

Malang, Persindonesia.com – Terobosan baru dalam dunia kesehatan dan bioteknologi Indonesia diperkenalkan secara luas dalam Inaugurasi ke-30 Berkala Penelitian Hayati yang digelar di Whiz Prime Hotel, Malang, pada 21 Juni 2025. Terapi infus Nanobubbles, yang dikembangkan oleh Institut Molekul Indonesia (IMI) bersama RAHO Club, menjadi sorotan utama dalam forum ilmiah tersebut.

Teknologi ini dinilai sebagai pendekatan revolusioner dalam menangani penyakit degeneratif seperti stroke, diabetes, jantung, dan gangguan ginjal. Terapi ini memanfaatkan gelembung gas berukuran ultra-kecil (di bawah 100 nanometer) yang stabil dan mampu menembus jaringan hingga ke tingkat sel.

Paparan Ilmiah dan Hasil Klinis

Dr. Aditya Tri Hernowo, Ph.D, peneliti utama IMI, menjelaskan bahwa nanobubbles mampu membawa molekul penting seperti oksigen, hidrogen, dan gasotransmitter (NO, CO, dan H₂S) langsung ke dalam jaringan tubuh. Selain sebagai pembawa zat, teknologi ini juga memicu aktivasi metabolisme sel, menurunkan stres oksidatif, dan mempercepat pemulihan fungsi jaringan secara alami.

“Dalam studi klinis yang kami lakukan, terapi nanobubbles yang diberikan tiga kali seminggu selama empat minggu mampu menurunkan kadar gula darah hingga 46% pada pasien diabetes. Selain itu, terapi ini juga meredakan nyeri otot dan memperbaiki mobilitas pada pasien stroke tanpa efek samping serius,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pada 119 pasien gagal ginjal kronis (CKD), terapi nanobubbles terbukti menurunkan tekanan darah sistolik, menstabilkan detak jantung, serta meningkatkan jumlah sel darah merah dan limfosit.

Teknologi Harapan Rakyat

Prof. Sutiman B. Sumitro, D.Sc, Penasehat Ilmiah IMI sekaligus Pemimpin Redaksi Berkala Penelitian Hayati, menyatakan bahwa nanobubbles membawa air hidrogen aktif berukuran subnano (hydrogen nano water) yang berperan sebagai sistem informasi biologis. Air ini mampu memengaruhi ekspresi gen, mempercepat regenerasi jaringan, dan berpotensi besar sebagai terapi anti-aging.

Sementara itu, Ketua RAHO Club, Kan Eddy, memberikan testimoni langsung:

“Awalnya saya hanya mencoba, tapi hasilnya mencengangkan. Banyak anggota RAHO Club dengan penyakit berat seperti stroke, jantung, kanker, hingga ginjal kronis mengalami perbaikan kondisi yang signifikan hanya dalam hitungan hari.”

Ia menegaskan bahwa terapi ini bukan sekadar pengobatan, melainkan harapan baru, khususnya bagi masyarakat kecil. RAHO Club sepenuhnya mendukung riset terapi nanobubbles agar bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Dukungan Tokoh Pers Nasional

Hartanto Boechori, Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) sekaligus Penasehat RAHO Club, menyatakan dukungan penuh terhadap teknologi ini.

“Terapi nanobubbles adalah teknologi harapan rakyat. Murah, aman, dan efektif. Ini bukan sekadar sains canggih, tapi solusi nyata. Saya berharap ke depan terapi ini bisa ditanggung oleh BPJS.”

Acara ilmiah tersebut juga dihadiri oleh Prof. Dr. Bambang Irawan dan Irfan Mustafa, Ph.D, pendiri Berkala Penelitian Hayati. Mereka menekankan pentingnya menghubungkan riset laboratorium dengan kehidupan nyata masyarakat melalui inovasi-inovasi semacam ini.

Dengan antusiasme tinggi dari kalangan ilmuwan, komunitas, dan media, terapi nanobubbles diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam sistem layanan kesehatan nasional.
(Red-sam/timsby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *