Persindonesia.com Denpasar – Sebagai tujuan wisata dunia, kunjungan wisatawan ke Bali terus mengalami peningkatan. Seperti halnya saat high season pada tahun 2025 ini, yang puncaknya diprediksi terjadi pada bulan Agustus ini.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya selain ragam budaya, pesona alam Bali juga menjadi daya tarik wisatawan untuk berlibur ke Pulau Dewata ini.
“Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali dari bulan Januari-Juli 2025 ini sudah mencapai 4 juta jiwa lebih, sedangkan wisatawan domestik mencapai 5 juta jiwa,” ungkapnya di Denpasar.
Pelajari Retribusi Pelabuhan, Bupati Lombok Barat kunjungi Jembrana
Dikatakan, lonjakan kunjungan wisatawan terjadi sejak memasuki high season. Yakni dimulai dari bulan Juni 2025. “Kami harap kunjungan wisatawan mampu melalui target 6,5 juta wisatawan mancanegara,” harapnya.
Sumarajaya juga menyampaikan tiga negara tertinggi kunjungan wisatawan ke Bali. Untuk posisi kunjungan tertinggi ke Bali yakni Australia. Kedua India, dan ketiga China. Selain jarak yang dekat, wisatawan asal Negeri Kangguru memilih ke Bali karena terdapat beberapa alasan.
Mulai dari keramah-tamahan para penduduknya, hingga harga yang jauh lebih terjangkau jika dibandingkan berlibur di negeri sendiri.
Pemkab Klungkung Gelar Operasi Pasar Atasi Kelangkaan Gas LPG Bersubsidi
Sementara itu untuk wisatawan India yang berlibur ke Bali yang kini menempati posisi kedua kunjungan tertinggi, Sumarajaya mengatakan bahwa saat ini di negara berjuluk Bharat sedang hari baik melakukan pernikahan.
“Tren saat ini di Inda pada bulan Juni-Juli kemarin wedding, di sana sedang dewasa ayu (hari baik, red) untuk melangsungkan pernikahan,” ungkapnya.
Dijelaskan, wisatawan India ke Bali tidak hanya liburan saja. Ada juga yang melangsungkan pernikahan, dan juga honeymoon. Tak hanya itu, peningkatan kunjungan wisatawan ini ke Bali juga karena adanya direct flight dari India ke Pulau Dewata ini. “Mereka memilih menikah di Bali. Selain itu di India juga cuacanya dingin,” tuturnya. (*)






