Tiga Titik Longsor Rusak Jalan di Mendoyo, Bupati Jembrana Turun Langsung Cek Kondisi Lapangan

Persindonesia.com Jembrana– Tiga titik tanah longsor di Kecamatan Mendoyo ditinjau langsung Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Sabtu (31/10/2026). Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan kondisi kerusakan sekaligus mengoordinasikan langkah penanganan pascabencana yang terjadi sehari sebelumnya.

Longsor di tiga titik tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Jumat (30/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI-Polri, serta jajaran kecamatan dan masyarakat setempat.

Tiga lokasi yang menjadi sasaran peninjauan yakni Banjar Yeh Mecebur, Desa Penyaringan; Desa Yehembang Kauh; serta Banjar Tibu Sambi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Arthana Putra mengatakan, di lokasi pertama, tepatnya Banjar Yeh Mecebur, Desa Penyaringan, longsor terjadi sekitar pukul 20.00 WITA. Hasil asesmen menunjukkan kerusakan pada sisi kiri jalan dengan tinggi sekitar 10 meter dan panjang 20 meter, sementara sisi kanan jalan mengalami kerusakan dengan tinggi sekitar 6 meter dan panjang 10 meter.

Hujan Guyur TNTP, Personel di Lapangan Sambut Bahagia di Tengah Perjuangan Padamkan Karhutla

Selanjutnya, di Desa Yehembang Kauh, longsor mengakibatkan kerusakan sepanjang kurang lebih 12 meter dengan ketinggian mencapai 3 meter.

Kerusakan cukup signifikan juga terjadi di titik ketiga, Banjar Tibu Sambi, Desa Yehembang Kangin, dengan kerugian sementara yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

“Kerusakan cukup signifikan juga terjadi di Banjar Tibu Sambi, Desa Yehembang Kangin. Longsor yang terjadi sekitar pukul 19.00 WITA tersebut menyebabkan struktur senderan jalan ambrol dengan tinggi sekitar 6 meter dan panjang 12 meter. Kerugian sementara akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 50 juta,” jelas Agus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, longsornya senderan jalan diduga dipicu tingginya debit air yang mengalir melalui gorong-gorong di bawah badan jalan. Selain itu, terdapat kemungkinan kebocoran pada saluran gorong-gorong sehingga struktur senderan tidak mampu menahan tekanan air.

Hujan Lebat di Musim Kemarau Picu Longsor di Yehembang Kauh, Senderan Jalan Jebol Sepanjang 12 Meter

Untuk memastikan kebutuhan penanganan, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRHub) Jembrana telah melakukan pengecekan teknis serta pengukuran di seluruh lokasi terdampak. Hasil pengukuran tersebut akan menjadi dasar perhitungan kebutuhan penanganan lebih lanjut.

Sembari menunggu penanganan teknis, masyarakat setempat juga telah bergotong royong memasang pembatas sementara dan tanda peringatan di sekitar lokasi longsor. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya di sekitar lokasi.

“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya serta menjaga keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Kepala BPKAD Jembrana, Kabid KL Frena Ade Cahyawan, Dinas PUPRHub, Camat Mendoyo, Kabag Prokopim, Babinsa, Bhabinkamtibmas, jajaran Koramil Mendoyo, serta masyarakat setempat.

Miris! Tersangka Pengrusakan Makam Galeong Dirusak, Pelaku Masih Berkeliaran

Hasil peninjauan dan asesmen di tiga titik tersebut selanjutnya menjadi bahan koordinasi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan, terutama pada bagian tepi jalan dan struktur senderan yang mengalami kerusakan akibat longsor. KS