Tragis, Cari Kelungah untuk Upacara, Pria di Jembrana Meninggal Usai Jatuh dari Pohon Kelapa

Persindonesia.com Jembrana – Hendak mencari kelungah (kelapa muda) untuk upacara yadnya, I Ketut Pageh terjatuh dari pohon kelapa setingg 8 meter hingga meninggal dunia, kejadian tersebut terjadi di kebun milik tetangga korban Banjar Pucaksari, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya, Jembrana pada Jumat (10/4) sekira pukul 07.00 wita

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Sukadana membenarkan kejadian tersebut, Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Ketut Dalem (63), yang merupakan tetangga korban, sehari sebelumnya ia sempat meminta bantuan korban untuk mencarikan kelapa muda guna keperluan upacara adat. “Korban berjanji akan mencarikan kelapa muda pada Jumat pagi,” ujarnya.

Pada hari kejadian, lanjut Sukadana, sekitar pukul 07.00 wita, saksi mendatangi rumah korban. Keduanya kemudian bersama-sama menuju kebun milik tetangga yang berada di depan rumah korban. “Setibanya di lokasi, korban langsung memanjat pohon kelapa, sementara saksi menunggu di bawah,” jelasnya.

Ikuti Instruksi Pusat, Jembrana Terapkan WFH: Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan, Bukan Hari Libur

Saat memanjat pohon kelapa keempat, kata Sukadana, saksi melihat korban berpegangan pada pelepah kelapa yang sudah tua. Ia sempat memperingatkan korban agar tidak berpegangan pada pelepah tersebut. Namun, belum sempat peringatan itu selesai disampaikan, pelepah yang dipegang korban terlepas sehingga korban terjatuh. “Saksi langsung berteriak meminta pertolongan dan memanggil anak korban,” jelasnya.

Saat itu, kata Sukadana, anak korban bersama ibunya kemudian datang ke lokasi dan segera mengevakuasi korban ke Puskesmas 1 Melaya. Korban tiba di puskesmas sekitar pukul 07.30 WITA dan langsung ditangani oleh tenaga medis.

“Dari hasil pemeriksaan korban dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di puskesmas. Tidak ditemukan adanya luka pada tubuh korban, korban jatuh dari ketinggian sekitar 8 meter. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsy,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *