Persindonesia.com Jembrana – Tepat pada malam Minggu, Pasar Umum Pagi Lelateng kembali terbakar, kejadian tersebut sudah kedua kalinya sejak dari tahun 2021 mengalami kebakaran. Kejadian terbakarnya Pasar Lelatang terjadi sekira pukul 21.00 wita. Lantaran banyak bahan cepat terbakar yang berada di los pedagang, pihak pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api yang sudah terlanjur membesar.
Salah satu pedagang yang tidak mau namanya disebutkan lantaran panik, dirinya menuturkan bahwa dagangannya habis terbakar, hanya sedikit yang bisa diselamatkan. “Aduh pak dagangan saya habis terbakar, hanya sedikit yang bisa diselematkan,” ujarnya. Sabtu (4/2/2023).
Terbaik Se-Indonesia, Komisi I DPR RI Minta Masukan Pemprov Bali soal Keamanan Data
Ditempat yang sama, Kasat Pol PP Jembrana I Made Leo Agus Jaya saat dikonfirmasi awak media mengatakan, atas informasi warga, pihaknya langsung menuju lokasi, saat itu api sudah membesar. “Saat kami sudah menghabiskan 9 tanki air lantaran api sudah membesar, kami merasa kesulitan untuk memadamkan api,” ucapnya.
Ia memprediksi, penyebab dari kebakaran tersebut kemungkinan besar dikarenakan terjadi konsleting listrik, mengingat sebelumnya terjadi hujan dan disertai angin kencang. “Memnag tadi siang terjadi hujan dan angin kencang, kemungkinan juga ada hal-hal listrik dan bagiamana kami juga belum tahu penyebabnya,” terangnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Akan Menerbitkan SPK kepada PJI Kediri
Terkait suplai air, Leo mengatakan, suplai air lancar, kebetulan tempat pengisian sangat dekat diutara tepatnya di depan Hotel Jimbarwana. “Mudah-mudahan dengan waktu singkat tidak panjang ini bisa dipadamkan dengan baik,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi awak media, Kapolsek Negara Kompol I Ketut Suaka mengatakan, berawal dari laporan Kepala Pasar Adat Kelurahan Lelateng I Ketut Suprapta, pihaknya langsung menuju lokasi dan melakukan pengamanan, lantaran banyak warga yang masuk untuk menonton.
Polisi Ringkus Pelaku Pemerkosa Sepupu yang Masih di Bawah Umur
“Menurut penuturan kepala pasar, sekira pukul 20.30 wita seperti biasa dirinya melakukan pengecekan di sekitar pasar. dirinya melihat ada kepulan asap dari kios salah satu pedagang, saat didekati ternyata asap tersebut berisi api dan api semakin membesar. Warga sempat melakukan pertolongan sebelum pemadan datang,” jelasnya.
Dikarenakan api sudah membesar, imbuh Suaka, petugas pemadam kesulitan memadamkan api. hingga saat ini petugas pemadam masih berusaha memadamkan api. “Untuk penyebab kembakaran hingga saat ini belum diketahui lantaran belum bisa olah TKP mengingat pihak damkar masih melakukan pemadaman api,” pungkasnya. Vlo






