Trauma Mendalam, Siswi SMP Korban Bullying di Pekutatan Putuskan Tak Sekolah Lagi

Persindonesia.com Jembrana – Trauma mendalam dialami seorang siswi SMP di Kecamatan Pekutatan, Jembrana, setelah menjadi korban perundungan (bullying) oleh teman-temannya. Gadis belia yang tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah sederhana itu kini memilih untuk tidak kembali ke sekolah. Ia menyampaikan keinginannya meklanjutkan pendidikan melalui jalur kejar paket, karena tidak ingin lagi berinteraksi dengan teman-temannya yang pernah membuatnya tertekan.

Keputusan itu mencerminkan betapa besar luka batin yang dialami korban. Lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman untuk belajar justru meninggalkan trauma hingga membuatnya enggan melanjutkan pendidikan secara normal.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas PPAPPKB Jembrana, serta Unit PPA Reskrim Polres Jembrana. Mereka turun langsung ke rumah korban untuk memberikan pendampingan dan memastikan hak-haknya tetap terpenuhi.

Banjir di Jembrana Telan Dua Korban Jiwa, Salah Satunya Ibu Hamil

Saat dikonfirmasi, Kepala UPTD PPA Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi, mengungkapkan keprihatinannya atas kasus ini. Ia menegaskan pentingnya pencegahan agar tidak ada lagi anak yang mengalami perundungan. “Kami berharap tidak ada lagi perundungan di sekolah maupun di luar sekolah di Jembrana. Sosialisasi anti-bullying akan terus kami lakukan agar kasus seperti ini bisa diminimalisir,” ujarnya, Kamis (11/9)

Sementara, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas PPAPPKB Jembrana, Ni Made Candrawati, menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan melalui SKB untuk menjamin kelanjutan pendidikan korban. “Kemungkinan minggu depan anak ini sudah bisa mulai belajar lewat program kejar paket. Pihak SKB juga sudah berkunjung ke rumah korban untuk membicarakan hal tersebut,” jelasnya.

Tak hanya soal pendidikan, imbuh Candrawati, kondisi psikologis korban juga menjadi perhatian utama. “Kami berencana menggandeng RSU Negara untuk memberikan pemeriksaan kesehatan mental dan konseling dengan dokter spesialis jiwa untuk membantu korban pulih dari trauma dan kembali percaya diri,” jelasnya.

Pemkab Badung Gerak Cepat Tanggulangi Banjir, Bupati dan Wabup Terjun Langsung Ke Lokasi Terdampak

Lebih jelasnya Candrawati mengatakan, pihaknya berencana akan mengelar sosialisasi ke sekolah tempat korban belajar. “Kami akan melakukan sosialisasi anti-bullying di sekolah korban, berharap, para siswa bisa memahami bahaya perundungan dan tidak mengulangi tindakan serupa,” terangnya.

Ditempat yang sama, Perbekel Medewi, I Nengah Wirama, menyampaikan apresiasinya atas perhatian berbagai pihak. “Kami berterima kasih kepada PPA, Dinas PPAPPKB dan Polres Jembrana yang sudah turun langsung. Harapan kami, anak yang menjadi korban bisa tetap melanjutkan pendidikannya tanpa tekanan, dan masyarakat semakin peduli pada kasus bullying,” ucapnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *