TTL Resmi Terapkan Berthing Window di TPK Berlian Mulai 1 Juli 2026, Waktu Tunggu Kapal Dipangkas
Surabaya, Persindonesia.com – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) resmi menerapkan sistem Berthing Window di Terminal Petikemas (TPK) Berlian mulai 1 Juli 2026 sebagai langkah meningkatkan kepastian layanan kapal sekaligus memangkas waktu tunggu kapal di pelabuhan. Selasa, 30 Juni 2026
Kebijakan tersebut menjadi respons TTL terhadap meningkatnya trafik kapal dan arus petikemas di Jawa Timur yang sejalan dengan pertumbuhan aktivitas logistik nasional.
Melalui sistem penjadwalan sandar yang lebih terstruktur, perusahaan menargetkan proses pelayanan kapal berlangsung lebih cepat, efisien, dan tepat waktu.
Berthing Window merupakan sistem penjadwalan sandar yang memberikan alokasi waktu tertentu bagi setiap kapal.
Dengan mekanisme ini, perusahaan pelayaran memperoleh kepastian jadwal kedatangan dan sandar sehingga dapat mengurangi waiting time maupun port stay selama proses bongkar muat berlangsung.
Sebelumnya, TTL telah mengimplementasikan sistem tersebut di TPK Teluk Lamong dan TPK Nilam. Kini, perusahaan memperluas penerapannya ke TPK Berlian sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar pelayanan terminal petikemas di lingkungan PT Pelindo Terminal Petikemas.
Di TPK Berlian, TTL menerapkan pola layanan Berthing Window dengan siklus 7 hari, 5 hari, dan 3,5 hari.
Sementara itu, kapal yang berada di luar pola tersebut akan memperoleh layanan melalui skema Berthing Priority, yaitu mekanisme prioritas sandar berdasarkan pemesanan atau booking yang dilakukan perusahaan pelayaran.
Untuk mendukung kelancaran sistem, TTL mewajibkan seluruh perusahaan pelayaran memperbarui informasi estimated time of arrival (ETA) secara berkala. Pembaruan tersebut memungkinkan terminal menyusun jadwal tambatan secara lebih akurat sehingga potensi keterlambatan dapat diminimalkan.
Terminal Head TPK Berlian, Burhanudin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan empat tambatan khusus sebagai dedicated berthing window guna memastikan pelayanan kapal berjalan sesuai jadwal.
“Guna mendukung implementasi ini, kami akan mengoptimalkan empat tambatan sebagai dedicated berthing window. Langkah ini diambil untuk memastikan alokasi sandar kapal berjalan lebih terjadwal, tertata, dan efektif,” ujar Burhanudin.
Sebelum sistem diberlakukan, TTL telah menyosialisasikan Berthing Window dan Berthing Priority kepada seluruh pemangku kepentingan serta pengguna jasa pada 22 Juni 2026 di Hotel Shangri-La Surabaya.
Dalam kegiatan tersebut, perusahaan juga menggelar sesi diskusi bersama sejumlah perusahaan pelayaran, di antaranya PT Salam Pacific Indonesia Lines, PT Meratus Line, PT Tanto Intim Line, PT Temas Shipping, PT Indo Container Lines, PT PPN Panurjwan, PT Caraka Tirta Perkasa, dan PT Mentari Mas Multimoda.
Burhanudin menegaskan bahwa penerapan sistem baru tersebut merupakan komitmen TTL dalam menghadirkan pelayanan yang lebih pasti dan transparan bagi seluruh pelanggan.
“Melalui Berthing Window dan Berthing Priority, kami ingin menciptakan ekosistem operasional pelabuhan yang lebih transparan, tertata, dan efisien sehingga dapat mendukung penurunan biaya logistik,” katanya.
TTL juga mengintegrasikan sistem tersebut dengan teknologi informasi sehingga pelanggan dapat memantau jadwal operasional secara digital.
Langkah itu sekaligus mendukung program transformasi PT Pelindo Terminal Petikemas dalam menstandardisasi layanan dan meningkatkan produktivitas terminal di berbagai wilayah.
Melalui implementasi Berthing Window di TPK Berlian mulai 1 Juli 2026, TTL optimistis mampu menekan waktu tunggu kapal, mempercepat proses bongkar muat, meningkatkan produktivitas terminal, serta memperlancar arus logistik nasional.
Perusahaan juga berharap sistem ini memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa, khususnya perusahaan pelayaran yang membutuhkan kepastian jadwal operasional.
Apabila diperlukan, artikel ini juga dapat disesuaikan dengan gaya penulisan media daring yang lebih ringkas dan lebih kuat dari sisi SEO. (Redaksi timsby)






